Jaringan Listrik Kalimantan Ditargetkan Terinterkoneksi pada 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) dan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. Secara simbolis Presiden meresmikan peletakan batu pertama pembangunan tiga proyek serta pengoperasian satu unit PLTU IPP berkapasitas 660 MW dengan total nilai investasi Rp35 triliun serta menyerap tenaga kerja lebih dari tiga ribu orang. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri), Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) dan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. Secara simbolis Presiden meresmikan peletakan batu pertama pembangunan tiga proyek serta pengoperasian satu unit PLTU IPP berkapasitas 660 MW dengan total nilai investasi Rp35 triliun serta menyerap tenaga kerja lebih dari tiga ribu orang. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Jaringan listrik di Kalimantan diharapkan terinterkoneksi dan optimal dalam melayani kebutuhan energi listrik pada 2020.

    Simak: Jokowi: Sekarang Kalau ke Daerah, Enggak Ada Lagi Keluhan Byarpet

    Sekretaris Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Riswandi menyampaikan harapan tersebut setelah berkonsultasi dengan Direksi PT PLN di Jakarta, pekan lalu.

    "Pada prinsipnya mengenai sumber daya ketenagaan listrik di Kalsel tidak ada masalah," ujar kata dia mengutip pernyataan Direksi PT PLN, seperti dilansir Antara, Selasa 26 Februari 2019.

    Persoalan seringnya padam kelistrikan Kalsel, kata Riswandi, bukan karena kekurangan daya. Melainkan jaringan untuk interkoneksi Kalimantan sedang dalam proses pembangunan.

    Data PT PLN Kalselteng menunjukkan, daya listrik yang tersedia untuk dua provinsi bertetangga itu antara lain pada Pusat Listrik Tanaga Air (PLTA) Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Kalsel dengan daya 3 X 10 megawatt (MW).

    Kemudian pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Sektor Barito, serta Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel sebanyak empat unit masing-masing dengan daya 65 MW.

    Selain itu, di "Bumi Isen Mulang" atau "Bumi Tambun Bungai" Kalteng sudah terbangun PLTU Pulang Pisau dengan daya 2 X 60 MW, serta PLMTG Bengkanai Kabupaten Barito Utara (Barut).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.