Bank Indonesia Temukan 8.512 Lembar Uang Palsu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti uang palsu pecahan USD 100 dalam rilis kasus pengedaran uang palsu di halaman Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2018. Pelaku disergap saat melakukan transaksi jual beli uang palsu di kawasan Serpong, Tangerang. TEMPO/Ilham Fikri

    Barang bukti uang palsu pecahan USD 100 dalam rilis kasus pengedaran uang palsu di halaman Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2018. Pelaku disergap saat melakukan transaksi jual beli uang palsu di kawasan Serpong, Tangerang. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menemukan sedikitnya 8.512 lembar uang palsu. Uang palsu tersebut beredar selama 2018. Temuan tersebut turun dibandingkan periode yang sama pada 2017 yakni 9.242 lembar uang palsu.

    Baca: Penipuan di Bekasi, Uang Mainan Rp 1 Miliar Dijual Rp 500 Juta

    Kepala Grup Sistem Pembayaran PUR Layanan dan Administrasi BI Jateng Noor Yudanto mengatakan, penurunan penemuan uang palsu karena masyarakat Jateng kini lebih jeli dalam menerima dan bertransaksi menggunakan uang kartal.

    "Ini cukup bagus, peredaran uang palsu di Jateng turun 8 persen dibandingkan 2017. Kami harap masyarakat semakin teliti dalam bertransaksi dan menerima uang kartal," kata Noor, Jumat, 8 Februari 2019.

    Noor mengatakan BI juga terus mengedukasi masyarakat untuk membedakan uang palsu maupun uang asli. Masyarakat harus memahami ciri-ciri uang asli maupun uang palsu dengan prinsip 3D (dilihat, diraba, diterawang), sehingga dapat meminimalisir peredaran uang palsu.

    Selain itu, lanjut Noor, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas peredaran uang palsu khususnya di Jawa Tengah. Pasalnya, adanya uang palsu sangat meresahkan masyarakat.

    "Kami sudah sejak lama bekerja sama dengan pihak kepolisian mengenai pemberantasan uang palsu di Jateng. Kami berharap agar peredaran uang palsu terus ditekan," ujar Noor.

    Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol. Hendra Suhartiyono mengatakan jika kepolisian terus melakukan koordinasi dengan BI memerangi peredaran uang palsu. Dalam hal ini Polda Jateng melibatkan BI sebagai staf ahli untuk mengidentifikasi ciri-ciri uang palsu yang beredar.

    "Dari kepolisian terus melakukan koordinasi dengan BI. Kami melibatkan BI sebagai staf ahli untuk indentifikasi uang palsu yang beredar di Jawa Tengah," kata Hendra.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.