Konsumsi Rumah Tangga Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi 2018

Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global bakal melambat menjadi 2,9 persen pada tahun 2019. Angka itu turun dibandingkan dari pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 3 persen pada 2018. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat tahun lalu diprediksi mencapai 5,13 hingga 5,16 persen, di bawah target 5,4 persen. Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, capaian tersebut dipengaruhi pola musiman naiknya konsumsi rumah tangga saat libur natal tahun baru. Bhima menuturkan pencairan belanja pemerintah pusat maupun daerah di akhir tahun turut membantu dorongan pertumbuhan tersebut. 
 
 
 
 
"Sementara komponen investasi cenderung melambat seiring gejolak perekonomian global dan menjelang pemilihan presiden 2019 investor menahan diri masuk ke Indonesia," ujar Bhima, Selasa 5 Februari 2019.
 
Bhima juga melihat net ekspor tidak banyak yang bisa membantu untuk mendongkrak pertumbuhan lantaran anjloknya harga komoditas energi dan pertambangan di akhir tahun. Menurut dia, ekspor ke negara tujuan utama terkena imbas perlambatan ekonomi global. "Hal itu diperparah dengan naiknya impor minyak dan gas sepanjang Oktober-Desember tahun lalu," kata dia. 
 
Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 juga dinilai kurang membahagiakan. Bhima memprediksi pertumbuhan mencapai 5,15 persen. Pertumbuhan ini juga masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh pada kisaran 5 persen. Sementara itu, belanja pemerintah, meskipun porsinya hanya 9,5-10 persen dari produk domestik bruto, memainkan peran penting sepanjang 2018.
 
Belanja infrastruktur, belanja sosial program keluarga harapan (PKH), dana desa, serta belanja persiapan pemilu masih diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi tahun depan. Tantangannya, kata Bhima, ada pada komponen net ekspor yang melemah akibat efek perang dagang, penurunan harga komoditas perkebunan, dan tingginya impor bahan bakar minyak (BBM).
 
Ke depannya, kinerja investasi dinilai masih sulit untuk diandalkan. Pasalnya, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi tahun lalu hanya tumbuh 4,1 persen year on year (yoy) sepanjang 2018. "Pertumbuhan ekonomi tahun lalu masih di bawah target pemerintah. Masih stagnan performanya," ujar Bhima. 
 
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Pieter Abdullah Redjala menuturkan pertumbuhan ekonomi tahun lalu cukup baik di tengah gejolak ekonomi global. Namun, apabila dikaitkan dengan penciptaan lapangan kerja bagi angkatan kerja yang terus tumbuh --atau yang disebut sebagai bonus demografi- pertumbuhan tersebut perlu digenjot. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapi 5,15 persen. 
 





BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

3 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

3 hari lalu

Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

Berbagai negara dari yang berkembang hingga maju pun memiliki utang. Lantas yang menjadi pertanyaan, mengapa suatu negara perlu untuk berutang?


Suku Bunga Naik jadi 4,25 Persen, BI Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi dengan Cara Apa?

3 hari lalu

Suku Bunga Naik jadi 4,25 Persen, BI Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi dengan Cara Apa?

Keputusan bank sentral menaikkan suku bunga acuan BI menjadi 4,25 persen dipastikan sebagai salah satu bauran kebijakan untuk menjaga pertumbuhan.


Mitigasi Potensi Krisis Pangan, Ini Program Badan Pangan Nasional

9 hari lalu

Mitigasi Potensi Krisis Pangan, Ini Program Badan Pangan Nasional

Badan Pangan memitigasi potensi terjadinya krisis pangan di Indonesia mulai dari sinergi data pangan nasional dan mendorong keanekaragaman konsumsi.


IKK Agustus Naik Jadi 124,7, BI: Konsumen Optimistis dengan Kondisi Ekonomi

17 hari lalu

IKK Agustus Naik Jadi 124,7, BI: Konsumen Optimistis dengan Kondisi Ekonomi

BI mencatat kenaikan indeks tersebut didorong oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia.


Macam Ucapan Selamat Ulang Tahun yang Dijamin Bikin Meleleh

18 hari lalu

Macam Ucapan Selamat Ulang Tahun yang Dijamin Bikin Meleleh

Buat para suami, berikut referensi beberapa ucapan ulang tahun romantis untuk istri tercinta, dijamin bikin meleleh.


Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

18 hari lalu

Jokowi Minta Ekonom Berpikir Bak Kancil yang Melompat-lompat

"Karena keadaan tidak normal, dibutuhkan pemikiran yang Abunawas, yang kancil-kancil gitu, agak melompat-lompat," kata Jokowi kepada para ekonom.


Harga BBM Naik, Asosiasi Logistik: Kinerja Akan Alami Tekanan Sangat Besar

20 hari lalu

Harga BBM Naik, Asosiasi Logistik: Kinerja Akan Alami Tekanan Sangat Besar

ALFI optimistis industri logistik tetap melaju positif di tengah isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berimbas ke peningkatan harga barang.


Kadin Ungkap Tiga Sektor Ini Kena Dampak Kenaikan Harga BBM Paling Tinggi

21 hari lalu

Kadin Ungkap Tiga Sektor Ini Kena Dampak Kenaikan Harga BBM Paling Tinggi

Kalangan pengusaha menyebutkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memiliki dampak universal untuk semua sektor dan skala usaha.


Pengusaha Pribumi DKI Siap Menyesuaikan Harga Imbas dari Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

22 hari lalu

Pengusaha Pribumi DKI Siap Menyesuaikan Harga Imbas dari Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Sarman Simanjorang menyatakan, pengusaha telah siap menyesuaikan harga barang dan jasa seiring dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.