PGN Targetkan Penjualan dan Transmisi Gas Naik pada 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Pertagas antara Pertamina dan PGN yang dilaksanakan di Kementerian BUMN, Jakarta, 28 Desember 2018.

    Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Pertagas antara Pertamina dan PGN yang dilaksanakan di Kementerian BUMN, Jakarta, 28 Desember 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN menargetkan penjualan dan transmisi gas bisa meningkat di tahun 2019. PGN menargetkan pada 2019 perusahaan bakal menjual gas bumi hingga 935 Billion British Thermal Unit (BBTUD) dengan target transmisi gas mencapai 2.156 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari.

    BACA: Pipa Gas PGN Bocor di Semanggi, Tim Penanggulangan Diterjunkan

    Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menungkapkan target itu akan dicapai seiring dengan pelaksanaan program kerja yang efektif. "Misalnya, pengembangan segmen distribusi di pasar utama dan optimalisasi operasi dan aset di Jawa bagian Barat dan Timur termasuk penyelesaian jalur pipa di beberapa lokasi," kata Gigih dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 21 Januari 2019. 

    Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina Gas atau Pertagas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menyusun strategi guna menjalankan peran selaku Sub Holding Gas. Dari segi kinerja operasional, distribusi gas bumi oleh PGN diklaim berjalan pada tren positif.

    Gigih menjelaskan selain itu, perusahaan juga akan melakukan percepatan pembangunan dan pengoperasian jaringan gas atau Jargas. Hingga 2025, sesuai Rencana Umum Energi Nasional, mencapai 4,7 juta SRT. Untuk dapat merealisasikan target tersebut, PGN mengharapkan dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder.

    Sementara itu, hingga kuartal III 2018 kemarin, PGN mampu mencatatkan kinerja dalam tren yang positif. Misalnya, hingga kuarta III 2018 volume penjualan gas bumi PGN telah mencapai 849 BBTUD. Jumlah tersebut melesat dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang hanya mencapai 793 BBTUD, dan periode yang sama 2017 sebesar 767 BBTUD.

    Kemudian, hingga kuartal III 2018 PGN juga mampu mencatatkan volume transmisi gas bumi sebesar 718 MMSCFD. Sedangkan lifting gas PGN setelah melakukan akusisi 51 persen saham PT Pertamina Gas atau Pertagas, telah mencapai 40.062 BBOE.

    Di sisi kinerja keuangan, PGN juga mencetak tren yang positif pada 2018. Setidaknya, hingga kuartal III, PGN telah mencetak pendapatan sebesar US$ 2,445 miliar. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya menapai US$ 2,165 miliar.

    Tak hanya sampai di situ, PGN juga mampu melaksanakan serangkaian efisiensi untuk mendongkrak laba bersih maupun laba operasi. Hingga kuarta ketiga 2018, laba bersih yang ditorehkan perusahaan telah mencapai US$ 218 juta. Hal ini juga ditopang dengan capaian laba operasi yang mencapai sebesar US$ 390 juta.

    Sejalan dengan catatan itu, jumlah kepemilikan aset PGN pun mengalami peningkatan. Tercatat, pada kuartal 2018 total aset PGN telah mencapai US$ 6,661 miliar. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan pada 2017 yang nilai jumlah aset perusahaan hanya mencapai US$6,293 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?