PUPR: 699 Huntara untuk Korban Bencana Palu Rampung Februari 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk pengungsi bencana di Kelurahan Palupi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 4 Januari 2019. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggenjot penyelesaian pembangunan Huntara tersebut karena hingga akhir Desember 2018 baru sekitar 30 persen Huntara yang siap ditempati dari target 1.200 unit yang seharusnya sudah dihuni. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    Pekerja menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk pengungsi bencana di Kelurahan Palupi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 4 Januari 2019. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggenjot penyelesaian pembangunan Huntara tersebut karena hingga akhir Desember 2018 baru sekitar 30 persen Huntara yang siap ditempati dari target 1.200 unit yang seharusnya sudah dihuni. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menargetkan pembangunan 699 hunian sementara (huntara) untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah bakal rampung Februari 2019.

    Simak: PUPR: Program Satu Juta Rumah 2018 Tembus 1.132.621 Unit

    Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan meksi rampung pada akhir Februari 2019, dirinya masih memerlukan waktu tambahan supaya huntara tersebut bisa dihuni.

    "Ditargetkan 699 unit huntara dapat rampung pada akhir Februari 2019. Namun untuk dapat dihuni masih diperlukan waktu tambahan untuk pemasangan sambungan air bersih, listrik oleh PLN, dan sarana prasarana lingkungan lainnya," kata Iwan seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 21 Januari 2019.

    Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan masing-masing kontraktor yang membangunan yakni perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mempercepat proses pembangunan Huntara. Percepatan pembangunan tersebut dilakukan dengan menambah jumlah tenaga kerja serta dengan memanfaatkan sistem shift. Adapun hunian ini dibangun dengan modek knockdown yang terdiri terdiri dari 12 bilik yang mana setiap biliknya akan dihuni oleh satu keluarga.

    Adapun dalam progress pembangunan 699 Huntara ini, sebanyak 691 unit di 72 lokasi sudah dikerjakan. Dari total 699 hunian, sebanyak 691 unit di 72 lokasi sudah dikerjakan, yang mana ada 217 unit yang tersebar di 30 lokasi sudah selesai.

    Iwan menjelaskan dari total 217 Huntara PUPR telah selesai dibangun, sebanyak 26 unit diantaranya sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Dengan rincian, 10 unit diserahkan kepada pemerintah Kelurahan Silae dan 16 unit telah diserahkan kepada Kelurahan Duyu.

    “Dari 26 unit huntara, sebanyak 221 bilik sudah dihuni oleh 31 Kepala Keluarga di Silae dan 191 KK di Duyu. Ada 1 unit huntara di Kelurahan Duyu yang dimanfaatkan untuk bangunan Puskesmas pembantu,” kata Iwan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.