PUPR: Program Satu Juta Rumah 2018 Tembus 1.132.621 Unit

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau rumah murah di Villa Kencana Cikarang dala Program Sejuta Rumah di Jawa Barat, 4 Mei 2017. Sejak awal Januari hingga akhir November 2017, sudah terbangun 751.973 rumah dalam Program Sejuta Rumah. TEMPO/Tony Hartawan

    Presiden Joko Widodo meninjau rumah murah di Villa Kencana Cikarang dala Program Sejuta Rumah di Jawa Barat, 4 Mei 2017. Sejak awal Januari hingga akhir November 2017, sudah terbangun 751.973 rumah dalam Program Sejuta Rumah. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Program Satu Juta Rumah (PSR) per 31 Desember 2018 tercatat mencapai 1.132.621 unit, alias melebihi target.

    Pencapaian program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015 itu secara bertahap terus mengalami kenaikan, yakni pada 2015 sebanyak 699.770 unit, 2016 sebanyak 805.169 unit, dan 2017 sebanyak 904.758 unit. Adapun, secara keseluruhan dari 2015 sampai dengan 2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah.

    Simak: Rumah Dekat Stasiun Makin Diminati Konsumen

    PUPR mengharapkan dengan berlangsungnya program ini bisa menyusutkan backlog hunian perumahan di Indonesia dari yang sebelumnya mencapai 7,6 juta unit pada 2015 menjadi 5,4 juta unit pada 2019.

    “Pada 2018, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di Indonesia dapat menembus satu juta unit rumah persisnya 1.132, 621 unit rumah, yang dibangun dengan bantuan APBN maupun yang dibangun sendiri secara swadaya oleh masyarakat,” kata Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam laporan resmi, Rabu 9 Januari 2019        .

    Dalam penyediaan hunian pemerintah mengulurkan bantuan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya sekitar 20%, terutama untuk rumah MBR. Kemudian, sekitar 30% berasal dari subisidi kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Dari capaian 1.132.621 Unit, 69% atau 785.641 unit merupakan rumah MBR dan 31% atau 346.980 unit rumah non-MBR. Untuk kategori rumah MBR, kontribusi PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berhasil membangun sebanyak 217,064 unit rumah bagi MBR.

    “Angka ini terdiri dari rumah susun [Rusun] sebanyak 11.655 unit, rumah khusus 4.525 unit,  dan rumah swadaya sejumlah 200.884 unit,” lanjut Khalawi.

    Kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) tercatat mendirikan 111.821 unit rumah MBR terdiri pembangunan Rusun sebanyak 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) sebanyak 6.937 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) sebanyak 95.454 unit.

    Rumah MBR yang dibangun pengembang tercatat mencapai 447.364 unit, CSR 458 unit, dan masyarakat sebanyak 8.934 unit. Untuk rumah non-MBR sebanyak 290.656 unit dibangun oleh pengembang dan 56.324 unit dibangun masyarakat.

    Untuk 2019, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan Rusun sebanyak 6.873 unit, Rumah Swadaya 206.500 unit, Rumah Khusus 2.130 unit dan bantuan Prasarana Sarana Umum bagi 13.000 unit seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah dan jaringan air minum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.