Ekonomi AS Landai, BI Prediksi Arus Modal Asing Balik ke RI 2019

Reporter

Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan terjadi pergeseran dalam perekonomian global pada 2019 termasuk kembalinya modal asing yang sebelumnya tersedot Amerika Serikat ke negara-negara berkembang, seperti Indonesia.

Baca juga: BI: Potensi Arus Modal Asing Masuk ke Pasar SBN Masih Besar

"Ekonomi AS kecenderungannya melandai, karena itu prospek saham di AS tidak akan sekuat 2018," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018. Belum lagi, suku bunga US Treasury dan Fed Fund rate pada tahun depan juga tidak akan setinggi yang diperkirakan.

Dampaknya, para investor global, menurut Perry, bakal mulai merelokasi kembali investasi yang sebelumnya keluar dari negara berkembang. "Tahun depan kami perkirakan ada pergeseran lagi investasi dari negara maju, khususnya AS, ke emerging market," kata dia.

Pada 2018, kata Perry, adanya strong dollar menyebabkan arus modal dari negara berkembang tersedor ke negara-negara maju, khususnya AS. Selain itu, pada tahun ini ada kenaikan US Treasury dan kenaikan pertumbuhan ekonomi di negeri Abang Sam. Kondisi itu terang saja menarik aliran modal yang sebelumnya diinvestasikan di negara berkembang ke AS. 

Dengan proyeksi perekonomian dunia pada 2019 itu, Perry menyebut imbal hasil maupun prospek dari negara berkembang akan sangat menentukan arus aliran modal di tahun depan. Dengan kebijakan dan kondisi saat ini, Perry yakin Indonesia menjadi pilihan investor global untuk menanamkan dananya.

"Itu terlihat sejak Agustus hingga November tahun ini, aliran modal asing terus naik. November ini saja sudah US$ 7,6 miliar," ujar Perry.

Karena itu, ia juga yakin neraca pembayaran Indonesia akan mengalami surplus pada triwulan IV 2018. Ia melihat tren positif itu juga bakal berlanjut pada 2019, seiring dengan tren global.

"PMA (penanaman modal asing) juga akan naik sejalan dengan kebijakan pemerintah, seperti revisi daftar negatif investasi dan kebijakan tax holiday. Kami yakin akan lebih baik," kata Perry.






Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

20 jam lalu

Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

cara cek BI Checking di HP via iDebku OJK untuk mengajukan pinjaman kredit bagi calon debitur


Gubernur BI Sebut Rupiah Menguat di Awal 2023: Lebih Baik dari Filipina, Malaysia, dan India

7 hari lalu

Gubernur BI Sebut Rupiah Menguat di Awal 2023: Lebih Baik dari Filipina, Malaysia, dan India

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat sehingga mendukung stabilitas perekonomian.


Inflasi di Akhir 2022 Turun, Gubernur BI: Inflasi IHK 5,51 Persen, Inflasi Inti 4,61 Persen

7 hari lalu

Inflasi di Akhir 2022 Turun, Gubernur BI: Inflasi IHK 5,51 Persen, Inflasi Inti 4,61 Persen

TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo mengatakan inflasi di Indonesia menurun lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal itu disampaikan setelah Rapat Dewan Gubernur BI yang dilakukan pada Rabu-Kamis, 18-19 Januari 2023.


BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Jadi 2,3 Persen, Apa Alasannya?

7 hari lalu

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Jadi 2,3 Persen, Apa Alasannya?

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi global melambat, sehingga BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.


Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen

7 hari lalu

Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen

Bank Indonesia atau BI kembali menaikkan suku bunga acuan berdasarkan Hasil Rapat Dewan Gubernur pada Rabu-Kamis, 18-19 Januari 2023. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Dewan Gubernur memutuskan suku bunga BI 7 days reverse repo rate naik sebesar 25 basis point menjadi 5,75 persen.


Terkini Bisnis: Deretan Fakta Bentrok Karyawan PT GNI hingga Profil Tol Terpanjang di RI Senilai Rp 56 T

8 hari lalu

Terkini Bisnis: Deretan Fakta Bentrok Karyawan PT GNI hingga Profil Tol Terpanjang di RI Senilai Rp 56 T

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Rabu siang, 18 Januari 2023, dimulai dari tanggapan Menaker soal bentrok karyawan di PT GNI.


BI : Cabai Rawit Penyumbang Inflasi Januari

13 hari lalu

BI : Cabai Rawit Penyumbang Inflasi Januari

Bank Indonesia atau BI memproyeksikan inflasi Januari ini naik 0,41 persen dibanding bulan lalu. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar.


Kasus Warga Dipenjara karena Setor Uang Rusak di ATM, BI: Rupiah Simbol Kedaulatan Negara

15 hari lalu

Kasus Warga Dipenjara karena Setor Uang Rusak di ATM, BI: Rupiah Simbol Kedaulatan Negara

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim menanggapi kasus perusakan uang yang dilakukan seorang pria di Surabaya.


Inflasi Volatile Food Naik, BI: Sejalan dengan Pola Musiman Akhir Tahun

24 hari lalu

Inflasi Volatile Food Naik, BI: Sejalan dengan Pola Musiman Akhir Tahun

BI menyebut inflasi dari kelompok volatile food pada Desember 2022 mencapai 2,24 persen secara mtm. Kenaikan inflasi ini sesuai dengan pola musiman.


Tolak Perpu Cipta Kerja, Serikat Pekerja: Akal-akalan Memaksakan Kepentingan Pemodal

24 hari lalu

Tolak Perpu Cipta Kerja, Serikat Pekerja: Akal-akalan Memaksakan Kepentingan Pemodal

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) menolak Perpu Cipta Kerja.