Kurs Rupiah di Jisdor Menguat Jadi Rp 14.552 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat hari ini. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.552 pada 23 November 2018.

    BACA: Sentimen The Fed Diprediksi Buat Rupiah Menguat Hari Ini

    Angka tersebut menunjukkan penguatan 40 poin dari nilai sebelumnya yang sebesar Rp 14.592 pada 22 November 2018. Sedangkan pada 23 November 2018, kurs jual US$ 1 terhadap Rupiah, yaitu Rp 14.625 dan kurs beli Rp 14.479.

    Angka Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. Sedangkan pada pergerakan Jumat, 2 November kembali menyentuh Rp 14 ribu.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi rupiah menguat hari ini. William memperkirakan Rupiah bergerak di kisaran Rp 14.500 - Rp 14.580 per dolar AS.

    Menurut William salah satu faktor yang mempengaruhi Rupiah adalah sentimen positif dari bank sentral AS atau The Fed yang kemungkinan menunda kenaikan suku bunga. "Sentimen positif dari kemungkinan the Fed menunda kenaikan suku bunga lagi, maka rupiah akan menguat lagi," kata William saat dihubungi, Jumat, 23 November 2018. "Tapi masih ada support 14.500".

    Analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri juga memprediksi Rupiah menguat hari ini. Reny memperkirakan Rupiah bergerak di kisaran Rp 14.485 - Rp 14.605 per dolar AS.

    BACA: Rupiah Menguat Lagi Jadi 14.594 per Dolar AS

    Menurut Reny, faktor yang mempengaruhi pergerakan Rupiah salah satunya karena penguatan mata uang Euro dan inflow ke pasar saham dan obligasi domestik. "Rupiah masih menguat didorong penguatan Euro dan inflow ke pasar saham dan obligasi domestik berlanjut. AS juga libur hari ini," kata Reny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.