Luhut Pandjaitan Ungkap Soal Proyek Kereta Cepat Distop Sementara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa penghentian sementara proyek pembangunan Light Rail Transit atau LRT dan Kereta Cepat Jakarta Bandung karena adanya masalah pembebasan lahan.

    Baca juga: Menteri Luhut: Skema Baru Pendanaan LRT Lebih Efisien

    "Ada sedikit masalah revisi soal pembebasan tanah juga. Overlapping kalau tidak keliru antara LRT dan Kereta Cepat, itu salah satu masalahnya," kata Luhut ditemui usai menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Forum atau IEF di Hotel Shangrilla, Jakarta Selatan, Rabu, 21 November 2018.

    Luhut mencontohkan bahwa salah satunya adalah soal pembangunan depo, karena nantinya jalur LRT akan mencapai wilayah Bogor. Selain itu, mengenai jalur yang melewati wilayah Pramuka, Jakarta Pusat yang masih ada soal mengenai pembebasan lahan.

    Luhut memastikan penghentian ini hanya bersifat sementara. Pembangunan infrastruktur ini, kata dia, juga masih berada dalam jalur yang benar. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum ini, menepis isu bahwa ada persoalan pembiayaan dalam penghentian pembangunan proyek ini.

    "Tapi tentu akan selesai, hanya tertunda beberapa waktu. Pendanaan juga enggak ada masalah, enggak ada isu," kata Luhut.

    Pemerintah memutuskan menghentikan sementara proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung seiring kemacetan parah yang terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penghentian sementara hanya berlaku di titik kilometer 11 hingga kilometer 17 selama beberapa bulan ke depan dan akan berlanjut setelah masa Lebaran 2019 usai.

    Budi Karya meminta pelaksana proyek yang melakukan kontruksi agar memperhitungkan dampak pengerjaan agar tidak menganggu lalu lintas dan berimbas pada kemacetan parah.  "Sebagai contoh, KCIC jangan dikerjakan dulu. LRT saya minta ditunda dulu beberapa bulan ke depan," katanya usai memimpin rapat, Selasa 20 November 2018.

    Adapun, sebagai kontraktor pembangunan proyek PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tak berkomentar banyak soal rencana  penghentian sementara proyek pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Jakarta - Cikampek kilometer 11 hingga 17. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, mengatakan, saat ini proyek pembangunan itu sebenarnya sudah tidak ada di badan jalan tol.

    "Pada prinsipnya saat ini pekerjaan LRT sudah berada di luar badan jalan tol," ujar dia kepada Tempo, Rabu, 21 November 2018.

    Untuk itu, perseroan bakal melakukan koordinasi lebih terperinci dengan sejumlah pihak terkait, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Jasa Marga untuk membicarakan kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu.

    Baca berita Luhut Pandjaitan lainnya di Tempo.co

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.