Tes CPNS 2018 Banyak yang Gagal, JK Ungkit Mutu Pendidikan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis <i>computer assisted test</i> (CAT) untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Peserta mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis computer assisted test (CAT) untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan hasil tes seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 menunjukkan kesenjangan pendidikan di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa.

    BACA: Ini Kabar Terbaru Rencana Perekrutan Guru Honorer Lewat Jalur PPPK

    JK mengatakan ada 1,8 juta peserta seleksi CPNS dari total empat juta pelamar. Namun berdasarkan laporan Menteri Pendayagunaan Apartur Negraa dan Reformasi Birokrasi, hanya sekitar 8 persen atau 100 ribu orang peserta yang lolos tes SKD. Padahal pemerintah membutuhkan 200 ribu orang.

    JK mengatakan peserta dari Pulau Jawa cenderung lebih banyak lolos. "Artinya, tingkat pendidikan kita mengalami gap yang besar antara Jawa dan luar Jawa," kata JK tanpa menjelaskan lebih detil lagi maksudnya, dalam acara Tempo Economic Briefing 2018 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

    JK menuturkan pemerintah telah berusaha untuk menyamakan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Namun upaya tersebut masih belum maksimal jika dilihat dari hasil seleksi SKD CPNS 2018.

    Dalam tes CPNS 2017, kondisi yang sama juga terjadi. Menteri PAN RB sebelumnya Asman Abnur mengatakan jumlah peserta yang lolos seleksi administrasi di Jawa rata-rata lebih dari 20 persen. Sementara total peserta yang lolos di luar Pulau Jawa tak sampai 5 persen. Kesenjangan pendidikan di kedua wilayah menjadi sebabnya.

    Seleksi kompetensi dasar merupakan salah satu tahap seleksi CPNS. Berdasarkan laman menpan.go.id, pelaksanaan SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Kelulusan ditentukan dengan nilai ambang batas (passing grade). Nilai SKD memiliki bobot 40 persen.

    Setiap peserta SKD harus mengerjakan 100 soal. Soal terdiri dari 35 soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 30 soal Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 35 soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

    Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kemenpan RB, Setiawan Wangsaadmadja, sebelumnya mengatakan tingkat kelulusan peserta CPNS 2018 hanya 10 persen. Data itu diambil setelah 60 persen data masuk dalam ujian SKD per 13 November 2018. Tingkat kelulusan ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 20 persen. 

    Setiawan mengatakan, soal yang sulit menjadi salah satu sebabnya. Soal disusun oleh 18 konsorsium pendidikan tinggi dengan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Soal juga disusun dengan menyesuaikan rencana strategis pembangunan ASN.

    Sebab lainnya adalah cakupan wilayah seleksi yang lebih luas dari tahun lalu. Seleksi CPNS 2018 melibatkan semua instansi pemerintah pusat dan daerah.

    VINDRY FLORENTIN | DIAZ PRASONGKO | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.