Sudirman Said Sindir Konflik Antar Menteri Gara-gara Impor Beras

Bakal calon wakil presiden dalam pilpres 2019, Sandiaga Uno (tengah), didampingi anggota tim pemenangan Prabowo-Sandi, Sudirman Said (kanan) serta Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Cahya Hardianto Harefa, melakukan sesi foto di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sudirman Said menyoroti kinerja sektor pertanian era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut dia, ada pertanda yang kurang baik lantaran adanya konflik antara tiga pemangku kepentingan, yakni Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Kepala Bulog.

Simak: Sudirman Said: Kami Fokus pada Pemberantasan Genderuwo Ekonomi

"Saya kira kita mencatat pertanda yang sangat buruk dari sektor pertanian, dimana terjadi satu konflik terbuka antara Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Kepala Bulog yang mempersoalkan impor beras," ujar Sudirman di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin, 12 November 2018.

Lantas dari konflik itu lah, menurut dia, semakin transparan bahwa impor beras ternyata tidak berhubungan dengan ketidakmampuan Indonesia memproduksi beras. Sebab, stok di Bulog masih cukup, begitu pula dengan hasil panen yang diperhitungkan surplus. "Impor didrive sebagai sarana bukan untuk mencukupi kebutuhan, tapi tujuan yang berbeda."

September lalu, Kementerian Perdagangan dan Bulog sempat bersitegang gara-gara urusan impor beras. Bulog berkukuh impor beras tidak diperlukan, namun Kemendag menyebut impor tetap berjalan. Kala itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan impor diambil lantaran kemampuan produksi beras dalam negeri masih rendah.

Keputusan impor diambil melalui rapat koordinasi terbatas antara Kementerian Koordinator Perekonomian, Kemendag, Kementan, dan Bulog.

Belakangan, Badan Pusat Statistik pun mengeluarkan data produksi beras nasional setelah mengoreksi metode penghitungannya. Dalam rilis teranyarnya, BPS mencatat luas panen tahun 2018 diperkirakan mencapai 10,9 juta hektare. Adapun, berdasarkan perhitungan luas panen diperkirakan produksi gabah kering giling atau GKG mencapai 49,65 juta ton sampai September 2018. 

Sedangkan, potensi produksi sampai Desember 2018 diperkirakan sebesar 56,54 juta ton gabah atau setara dengan 32,42 juta ton beras. Karena itu, dengan angka konsumsi beras mencapai 29,57 juta ton per tahun, maka diketahui surplus beras diperkirakan mencapai 2,85 juta ton.

Ke depan, apabila jagoannya terpilih menjadi presiden dalam Pilpres mendatang, Sudirman mengatakan solusi utama di sektor pertanian adalah menyediakan satu data yang akurat dan selaras antara Bulog, Kemendag, dan Kementan.

Sudirman meyakini Indonesia dapat memproduksi kebutuhan pangan sendiri, misalnya beras, jagung, dan kedelai. Memang, ia memahami untuk mencapai titik tersebut diperlukan waktu, namun itu perlu dimulai dengan data yang akurat. "Kalau datanya tidak satu, tidak akan pernah ada solusi," kata dia.

Selanjutnya, Sudirman Said mengatakan perlunya ada kepemimpinan yang kuat guna mencapai swasembada pangan. "Kalau antar menteri ribut dibiarkan dan publik dibiarkan bingung kan repot," kata dia. "Level menko harus kuat, harus diurus dengan teknokrasi, artinya bicara data dan profesionalisme."






Duta Besar Gandi Sulistiyanto Dapat Penghargaan dari KOIMA

5 jam lalu

Duta Besar Gandi Sulistiyanto Dapat Penghargaan dari KOIMA

Gandi Sulistiyanto mendapat penghargaan dari Korean Importers Association (KOIMA) atas jasanya mempererat kerja sama impor Korsel dan Indonesia


Impor Beras Banyak Kendala, Bulog: Masih Diupayakan sampai Akhir Desember 2022

12 jam lalu

Impor Beras Banyak Kendala, Bulog: Masih Diupayakan sampai Akhir Desember 2022

Pemerintah telah bersiap melakukan impor beras hingga 200 ribu ton akhir tahun ini


Menteri Pertanian Ogah Bicara Impor Beras, Berkukuh Stok Surplus

19 jam lalu

Menteri Pertanian Ogah Bicara Impor Beras, Berkukuh Stok Surplus

Pemerintah sepakat melakukan impor beras sebanyak 200 ribu ton setelah Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggelar dua kali rapat terbatas.


Ribut Impor Beras, Masalah Klasik Lintas Lembaga

22 jam lalu

Ribut Impor Beras, Masalah Klasik Lintas Lembaga

Usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Selasa, 6 Desember 2022, Badan Pangan Nasional mengumumkan ihwal impor beras sebanyak 200 ton.


Menperin: Industri Farmasi Kuasai Pasar Domestik, Tapi 90 Persen Bahan Bakunya Masih Impor

1 hari lalu

Menperin: Industri Farmasi Kuasai Pasar Domestik, Tapi 90 Persen Bahan Bakunya Masih Impor

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan saat ini industri farmasi nasional telah menguasai pasar obat sekitar 89 persen.


Persoalkan Data Beras Kementan, Buwas: Saya Cek di Lapangan Enggak Ada

1 hari lalu

Persoalkan Data Beras Kementan, Buwas: Saya Cek di Lapangan Enggak Ada

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas buka suara ihwal impor beras di tengah klaim surplus dari Kementerian Pertanian (Kementan).


Importir Buah Tropis Mengeluh Kesulitan Izin, Zulhas: Ngapain Jauh-jauh, di Dalam Negeri Ada

1 hari lalu

Importir Buah Tropis Mengeluh Kesulitan Izin, Zulhas: Ngapain Jauh-jauh, di Dalam Negeri Ada

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas membeberkan hasil diskusinya dengan para importir buah tropis beserta pengacara Hotman Paris Hutapea.


Manfaat Beras Basmati, Aman Dikonsumsi Penderita Diabet hingga Bisa Menyehatkan Otak

1 hari lalu

Manfaat Beras Basmati, Aman Dikonsumsi Penderita Diabet hingga Bisa Menyehatkan Otak

Beras basmati banyak mengandung gizi yang dapat menggantikan nasi putih yang dikonsumsi sehari-hari.


Terkini Bisnis: BUMN Siap Stabilkan Harga Pangan, Petani Beras Ingatkan Januari Panen Raya

1 hari lalu

Terkini Bisnis: BUMN Siap Stabilkan Harga Pangan, Petani Beras Ingatkan Januari Panen Raya

Berita terkini dimulai dari Erick Thohir menyatakan perusahaan-perusahaan pelat merah siaga membeli bahan pokok untuk menjaga stok pangan.


Pemerintah Impor Beras 200 Ribu Ton, Zulhas: Saya Beri Izin 500 Ribu Ton, Bisa Dibeli Kapan pun

1 hari lalu

Pemerintah Impor Beras 200 Ribu Ton, Zulhas: Saya Beri Izin 500 Ribu Ton, Bisa Dibeli Kapan pun

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas buka suara soal keputusan pemerintah mengimpor beras sebanyak 200 ribu ton bulan ini.