Sri Mulyani Sebut Pentingnya Memotong Tali Kemiskinan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan saat menghadiri Remark Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) - LPEI Cocktail pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di The Laguna Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan saat menghadiri Remark Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) - LPEI Cocktail pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di The Laguna Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Jefri Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan salah satu syarat untuk memajukan Indonesia dengan memanfaatkan bonus demografi adalah generasi muda harus memiliki kualitas. Karena itu, kata dia, pemerintah berinvestasi di bidang sumber daya manusia dan kesehatan.

    Baca: Sri Mulyani: Fokus Kami, Keluarga Korban Lion Air Dapat Kepastian

    "Bahkan kita meng-address isu kelompok yang miskin supaya mereka yang dari kelompok keluarga miskin tidak kemudian menjadi miskin juga. Jadi memotong tali kemiskinan. Itu menjadi penting," ujar Sri Mulyani, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, 31 Oktober 2018.

    Hal itu Sri Mulyani sampaikan usai diskusi Peringatan Hari Oeang ke-72 dengan tema "Dialog Lintas Generasi: Melanjutkan Estafet Pembangunan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045."

    Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan kebijakan-kebijakan pemerintah untuk bidang pendidikan 20 persen seperti yang sudah dimandatkan. Pemerintah juga fokus pada bidang kesehatan dan bidang jaring perlindungan sosial.

    "Itu tujuannya adalah untuk mempersiapkan yang disebut bonus demografi itu menjadi sesuatu yang bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sendiri, maupun bagi perekonomian," kata Sri Mulyani.

    Jika dilihat proyeksi berdasarkan tingkat pertumbuhan penduduk, menurut Sri Mulyani, Indonesia akan terus menjadi negara dengan komposisi generasi muda yang dominan. Hal itu merupakan bonus demografi, di mana komposisi demografi lebih banyak berisi anak muda yang merupakan generasi produktif.

    "Mereka biasanya masuk ke pasar tenaga kerja, mereka bekerja, inovatif, kreatif, maka tantangan kita adalah bagaimana dengan kesempatan demografi yang masih usia muda ini, kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk memajukan Indonesia," kata Sri Mulyani 

    Baca: Rizal Ramli: Saya sama Sri Mulyani Enggak Ada Masalah Personal

    Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Sumiyati mengatakan fokus utama dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 adalah peningkatan prestasi di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Melalui penguatan program perlindungan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, dan pemanfaatan berbagai ekonomi daerah serta reformasi birokrasi melalui simplifikasi dan kemudahan investasi dan ekspor," kata Sumiyati.

    Simak berita menarik lainnya terkait Sri Mulyani hanya di Tempo.co.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.