Industri Pembiayaan Tahan Naikkan Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT BCA Finance, Roni Haslim saat konfrensi pres mengenai peluncuran program

    Direktur Utama PT BCA Finance, Roni Haslim saat konfrensi pres mengenai peluncuran program "Fix dan Cap Tenor 6 Tahun BCA Finance" di Jakarta, Senin (21/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

     

    TEMPO.CO, Jakarta - Menanjaknya suku bunga perbankan berimbas pada lesunya pertumbuhan lembaga pembiayaan, khususnya di bidang otomotif. Meski pertumbuhan tetap positif, Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim memperkirakan pertumbuhan pembiayaan otomotif tahun ini tidak jauh dari target sebesar Rp 32,5 triliun. Padahal, capaian permohonan pembiayaan tahun lalu bisa mencapai Rp 33,5 triliun dari target yang sama. 

    Baca: BCA Finance Yakin Capai Target Pembiayaan Baru Rp 32 Triliun

    "Tahun ini kami tidak menaikkan target, masih sama seperti tahun lalu. Namun, untuk capaian seperti tahun lalu, nampaknya sulit untuk lewat dari Rp 33,5 triliun," ucap Roni di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu 24 Oktober 2018.
     
    BCA Finance mencatat hingga kuartal III 2018, industri otomotif dan industri pembiayaan masih menunjukan pertumbuhan positif. Pada September ini, BCA Finance telah membukukan pembiayaan baru sebesar 25,58 triliun atau tumbuh tipis sebesar 1,1 persen dibandingkan pada periode yang sama. Roni masih optimis dapat memenuhi target sebesar 32,5 triliun di akhir tahun walau hasilnya tidak sebesar tahun lalu. 
     
    Roni menuturkan salah satu faktor yang membuat permintaan pembiayaan tetap tumbuh adalah karena adanya regulasi yang pro pasar dan pengawasan intensif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, BCA Finance juga menahan untuk menaikkan tingkat suku bunga kredit yang terlalu tinggi.
     
    Sepanjang tahun ini, kata Roni, BCA Finance hanya tiga kali menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 25 bps. Pada Oktober hingga akhir tahun ini diperkirakan tidak akan ada kenaikan suku bunga pembiayaan lagi. 
     
    Meski begitu, Roni menuturkan ada kenaikan nilai kredit macet atau non-performing loan (NPL) pada tahun ini. Untuk tunggakan di atas 30 hari sebesar 1,3 persen, kemudian tunggakan di atas 90 hari besarnya mencapai 0,8 persen. Angka NPL tersebut, kata Roni, disumbang oleh penjualan mobil bekas yang porsi penjualannya 30 persen. Penjualan mobil bekas dinilai Roni lebih berisiko lebih tinggi. "Bunga mobil bekas memang besarannya lebih tinggi," ujar Roni. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.