Nasabah Fintech Diteror di Medsos Karena Telat Bayar Utang

Reporter

Bank bjb melakukan pemutakhiran teknologi terkait meningkatnya start up di bidang financial technologi (fintech). (dok. Bank bjb)

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah nasabah melaporkan lembaga keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) lokal dan asing ke Bareskrim Polri. Mereka melaporkan tindak pidana intimidasi dan pencemaran nama baik yang telah dilakukan debt collector fintech melalui media sosial.

Kuasa Hukum Effendi Saman yang mewakili para korban teror debt collector fintech itu mengungkapkan bahwa kliennya telah mendapatkan intimidasi dan pencemaran nama baik melalui media sosial. Itu terjadi karena kliennya satu hari telat membayar utang kepada pemain fintech lokal maupun asing.

Padahal menurut Effendi, kliennya itu hanya meminjam uang dari fintech dengan kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Akibat telat membayar sehari, debt collector fintech melakukan pencemaran nama baik dengan cara menyebarkan fitnah ke seluruh kontak korban.

"Tindakan yang dilakukan debt collector fintech itu tidak patut. Kmai sudah laporkan mereka ke Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut tuntas tindakan yang masuk ke ranah pribadi para nasabahnya," tuturnya, Rabu, 17 Oktober 2018.

"Jadi debt collector fintech itu menggunakan kontak nasabah untuk melakukan teror melalui telepon dan SMS ke semua kontak yang sudah disalin tadi. Bahkan, sampai ada yang dibuatkan grup Whatsapp yang berisi ancaman-ancaman," katanya.

Effendi menjelaskan dampak yang diterima kliennya cukup bervariasi mulai dari PHK di perusahaan hingga terjadi perceraian akibat teror dan intimidasi para debt collector fintech. "Debt collector fintech ini mengontak bos perusahaan klien saya dan menuduh bahwa klien saya melarikan, menggelapkan dan mencuri uang dari perusahaan fintech tersebut, akhirnya dia langsung di PHK," ujar Effendi.

"Pemerintah harusnya memperketat aturan fintech ini karena cara penagihan mereka benar-benar brutal dan masuk ke ranah pribadi," tuturnya.

Sementara itu, salah satu korban berinisial HN mengaku masih mendapatkan ancaman teror dan intimidasi dari debt collector. Padahal ia telat bayar karena ada kesalahan sistem pada aplikasi fintech tersebut. "Saya terus mendapat ancaman dan teror dari debt collector mereka. Sampai saya juga dituduh membawa dan menggelapkan uang mereka," kata HN.

BISNIS






AFPI Laporkan Pinjol Ilegal Atas Dugaan Replikasi 28 Fintech Lending

4 jam lalu

AFPI Laporkan Pinjol Ilegal Atas Dugaan Replikasi 28 Fintech Lending

Tindakan replikasi itu diduga dilakukan oleh penyelenggara pinjol ilegal.


Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

15 jam lalu

Jokowi Kritik Jumlah Startup Agrikultur Minim, Padahal Ada Krisis Pangan

Presiden Jokowi mengkritik minimnya jumlah startup Indonesia yang bergerak di bidang agrikultur, di tengah ancaman krisis pangan yang ke depan akan membesar.


Pinjol Ilegal Masih Marak, OJK: Ditutup Satu, Tumbuh Lima

4 hari lalu

Pinjol Ilegal Masih Marak, OJK: Ditutup Satu, Tumbuh Lima

Jumlanya pinjaman online lebih banyak ketimbang pinjol legal yang terdaftar di OJK.


Bos Bank Jago Beberkan Resep Balikkan Rugi jadi Laba Semester I 2022

11 hari lalu

Bos Bank Jago Beberkan Resep Balikkan Rugi jadi Laba Semester I 2022

Bank Jago pada semester I-2022 meraup laba bersih Rp 29 miliar, berbanding terbalik dengan periode serupa tahun lalu yang rugi Rp 47 miliar.


Kadin: Pinjol Ilegal Kalau Tak Dibereskan Sekarang, Bisa Rusak Tatanan Industri Keuangan

17 hari lalu

Kadin: Pinjol Ilegal Kalau Tak Dibereskan Sekarang, Bisa Rusak Tatanan Industri Keuangan

Kadin menyatakan pinjaman online atau pinjol ilegal telah merusak tatanan dan reputasi industri keuangan digital di Indonesia.


LKY Persoalkan Debt Collector Perusahaan Leasing Tarik Paksa Mobil dan Motor

39 hari lalu

LKY Persoalkan Debt Collector Perusahaan Leasing Tarik Paksa Mobil dan Motor

MK melarang perusahaan leasing dan debt collector menarik paksa kendaraan tanpa putusan pengadilan. Biaya mengambil kendaraan hingga Rp 4 juta.


Kemenkeu: Penerimaan Pajak Hampir Rp 100 Miliar dari Transaksi Kripto dan Fintech

41 hari lalu

Kemenkeu: Penerimaan Pajak Hampir Rp 100 Miliar dari Transaksi Kripto dan Fintech

Direktorat Jenderal Pajak sudah mulai memperkenalkan mekanisme pemotongan pemungutan pajak untuk transaksi kripto dan juga untuk transaksi fintech.


Dugaan Replikasi 17 Platform Pinjol Legal, AFPI Tempuh Jalur Hukum

42 hari lalu

Dugaan Replikasi 17 Platform Pinjol Legal, AFPI Tempuh Jalur Hukum

AFPI siap menempuh jalur hukum terhadap pihak yang diduga melakukan tindak replikasi atau pencatutan aplikasi pinjol legal milik para anggotanya.


Target Bank Indonesia Tahun Depan: 45 Juta UMKM Pakai QRIS

46 hari lalu

Target Bank Indonesia Tahun Depan: 45 Juta UMKM Pakai QRIS

Perry Warjiyo menargetkan sebanyak 45 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat menggunakan QRIS di tahun depan


Bunga Pinjol 167,9 Persen per Tahun, OJK Panggil Fintech Lending

50 hari lalu

Bunga Pinjol 167,9 Persen per Tahun, OJK Panggil Fintech Lending

OJK akan memanggil para pelaku fintech P2P lending alias pinjol untuk menentukan batas maksimal pengenaan bunga kepada para peminjam (borrower).