Kementerian PUPR Luncurkan Katalog Baja Ringan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati proses produksi industri baja PT Gunung Steel Group di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 26 Februari 2015. Jumlah industri baja nasional saat ini sebanyak 352 perusahaan tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja mengamati proses produksi industri baja PT Gunung Steel Group di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 26 Februari 2015. Jumlah industri baja nasional saat ini sebanyak 352 perusahaan tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerian PUPR resmi meluncurkan Katalog Produk Baja Ringan Konstruksi 2018 sebagai referensi bagi kontraktor dalam pemilihan dan penggunaan komponen baja. Katalog ini diluncurkan sebagai upaya mendorong penggunaan baja ringan produksi dalam negeri pada sejumlah proyek infrastruktur.

    BACA: PUPR Buka 1.000 Formasi CPNS 2018, Daftar di Sscn.bkn.go.id

    "Untuk memaksimalkan penggunaan baja nasional secara berkelanjutan, harus dimulai dari perencanaan pembangunan hingga operasional infrastruktur," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018.

    Dalam katalog ini, tercantum data para produsen baja ringan yang harus memenuhi kriteria yang disyaratkan. Selain itu, para produsen juga telah mengantongi sertifikat ISO 9001:2008 sebagai standar sistem manajemen serta mempunyai izin pendirian, industri, dan operasional lainnya dari pemerintah.

    Peluncuran katalog produk baja ringan dilakukan seiring dengan rencana Kementerian PUPR untuk memperbanyak penggunaan baja ringan. Penggunaan baja ringan ini nantinya akan dioptimalkan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan tol layang hingga jembatan gantung. "Misalnya pembangunan jalan tol layang Yogya Solo sepanjang 60 kilometer atau Bandung Intra Urban Toll Road, keduanya bisa didesain menggunakan konstruksi baja," kata Basuki.

    Di sisi lain, para produsen sejak jauh-jauh hari sudah memprediksi penggunaan baja di Indonesia akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. "Kami menilai prospeknya akan makin membaik dengan makin tumbuhnya berbagai sektor industri yang membutuhkan baja," kata General Manager PT Posco Indonesia Inti, June Hwang, Selasa, 30 Agustus 2016.

    Perusahaan baja Korea Selatan Posco menilai Indonesia merupakan pasar potensial sejalan dengan terus berkembangnya industri otomotif, infrastruktur, serta konstruksi. Perusahaan baja ternama di dunia ini pun menggandeng perusahaan lokal, PT Krakatau Steel sejak 2010 untuk memproduksi baja memasarkan produknya di Indonesia.

    Basuki menambahkan, material baja memiliki beberapa keunggulan dibandingkan beton. Komponen seperti baja ringan lebih mudah dibentuk, memiliki konstruksi yang lebih ramping, dan lebih cepat pengerjaannya. Selain itu, harga baja ringan saat ini juga mampu bersaing dengan material lainnya.

    BACA: Pergi ke Korea, Ini yang Dilakukan Menteri PUPR

    Selain katalog, Kementerian PUPR juga serentak meluncurkan sistem informasi material dan peralatan konstruksi atau Si-MPK. Sistem ini dapat diakses secara daring melalui situs mpk.binakonstruksi.pu.go.id. Lewat situs inilah, para kontraktor bisa mengakses informasi material dan perakalatan utama seperti semen, beton pracetak-prategang, baja, aspal minyak, dan alat berat konstruksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.