Anggota DPR Minta Pemerintah Beri Subsidi untuk BBM Pertamax

Petugas mengisi Premium ke tangki sepeda motor di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. Hukum ekonomi mengatur bahwa BBM, yang bahan baku utamanya minyak mentah, memang harus naik harganya jika harga minyak mentah dunia naik. Harga minyak mentah dunia sudah naik lebih dari dua kali lipat atau 200 persen sejak 2016 berkisar US$ 32 per barel, dan saat ini melambung di kisaran US$ 80 per barel. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kardaya Warnika meminta pemerintah memberikan subsidi pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, bukan Premium.

Baca: Elektabiitas Jokowi Bisa Terpengaruh Akibat Tak Tegas soal BBM

"Saya di DPR sudah menyampaikan tolong kaji bagaimana kalau yang disubsidi itu jangan premium, tapi pertamax lah. Supaya harganya tidak tinggi, tapi yang dipakai itu bagus," kata Kardaya di Warung Daun Cikini, Sabtu, 13 Oktober 2018. 

Kardaya yang juga politik Partai Gerindra mengatakan secara dampak terhadap lingkungan, Pertamax lebih baik dari pada Premium.

Kardaya mengatakan bisa BBM naik dengan syaratnya masih terjangkau oleh masyarakat. Menurut Kardaya pemerintah perlu melihat daya beli masyarakat untuk memutuskan kenaikan harga BBM.

"Kalau mau menaikkan harga BBM liat daya beli masyarakat. Kalau daya belinya tinggi harga naik Rp 2.000 juga ga masalah. Yang paling repot duit tidak punya, harga naik," ujar Kardaya.

Sebelumnya pada pukul 17.50 WITA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM Premium menjadi Rp 7.000 per liter mulai hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga ini, kata Jonan, akan berlaku di wilayah Jawa, Madura dan Bali.

"Pemerintah mempertimbangkan Premium mulai hari ini jam 18.00 WIB, paling cepat,  tergantung dari persiapan Pertamina mensosialisasikan sebanyak 2.500 SPBU yang menjual Premium naik sekitar 7 persen," kata Jonan saat mengelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jonan mengatakan untuk kenaikan Premiun di Jawa, Madura dan Bali naik dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sedangkan, kenaikan di luar Jawa, Madura dan Bali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya, Rp 6.450 per liter.

Pada pukul 19.00 WITA di hari yang sama, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pemerintah tidak menaikkan harga BBM Premium.

HENDARTYO HANGGI | DIAZ PRASONGKO






Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM ke Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan, Kenapa?

17 jam lalu

Kemenkeu Sebut Dampak Kenaikan Harga BBM ke Inflasi Lebih Rendah dari Perkiraan, Kenapa?

Kementerian Keuangan mengatakan, pengaruh kenaikan harga BBM pada awal September 2022 ternyata tidak seburuk perkiraan sebelumnya.


Pertalite Dinilai Makin Boros Usai Harga BBM Naik, Ini Hasil Pengujian Lemigas

18 jam lalu

Pertalite Dinilai Makin Boros Usai Harga BBM Naik, Ini Hasil Pengujian Lemigas

Pemerintah telah meminta Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) atau Lemigas untuk melakukan pengujian mutu BBM Pertalite.


Pertamina Klaim Stok Pertalite dan Pertamax Masih Aman

22 jam lalu

Pertamina Klaim Stok Pertalite dan Pertamax Masih Aman

BBM Pertalite dan Solar di wilayah diproyeksikan habis pada Oktober untuk Pertalite dan November untuk JBT Solar. Pertamina memastikan stoknya cukup.


ESDM Uji Sampel BBM Usai Pertalite Disebut Boros, Apa Hasilnya?

1 hari lalu

ESDM Uji Sampel BBM Usai Pertalite Disebut Boros, Apa Hasilnya?

Dari pengujian sampel BBM Pertalite di enam SPBU di Jakarta, didapati hasil bahwa bahan bakar sudah memenuhi standar dan mutu bensin RON 90.


Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Per Oktober 2022

2 hari lalu

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Per Oktober 2022

Penurunan harga BBM di sejumlah SPBU ini imbas pelemahan harga minyak dunia di pasar global. Ada BBM yang naik dan turun.


Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

2 hari lalu

Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

Komoditas utama penyumbang inflasi September adalah harga BBM, beras dan angkutan dalam kota.


Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

2 hari lalu

Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

RUPS PT Pertamina (Persero) telah mengukuhkan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina untuk periode kedua.


Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

3 hari lalu

Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

Serikat buruh kembali menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 12 Oktober 2022.


Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

5 hari lalu

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

Kemendag memastikan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara umum masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

5 hari lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.