Selasa, 23 Oktober 2018

Selain soal BBM, Ini 3 Pernyataan Kontroversial Ignasius Jonan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan setelah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2017 secara elektronik di kantornya, Jakarta, 6 Maret 2018. Jonan didampingi langsung Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Jakarta Selatan II Edi Slamet Irianto dan sejumlah pegawai kanwil DJP Jakarta Selatan II lainnya. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan setelah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2017 secara elektronik di kantornya, Jakarta, 6 Maret 2018. Jonan didampingi langsung Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Jakarta Selatan II Edi Slamet Irianto dan sejumlah pegawai kanwil DJP Jakarta Selatan II lainnya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali ramai diperbincangkan belakangan ini. Pasalnya, kemarin ia mengumumkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium namun selang setengah jam kemudian ia menyebutkan keputusan itu dibatalkan.

    Baca: Pertamina Belum Siap, Pemerintah Batal Naikkan Harga BBM Premium

    Sebelumnya Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga BBM premium sebesar 7 persen diberlakukan kemarin pada pukul 18.00. "Pertimbanganya karena naik terus ini (harga) ICP, kurang lebih 25 persen, karena Pertamina belinya minyak bagian ini naik terus. Karena itu pemerintah sesuai arahan Presiden, premium dinaikkan," kata dia, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Tapi tak lama kemudian Jonan mengoreksi pernyataannya soal kenaikan harga Premium. “Ditunda sesuai dengan arahan Presiden,” demikian pernyataan tertulis yang dikirim stafnya, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Di tempat terpisah, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Fajar Harry Sampurno, mengatakan Kementerian BUMN belum mendengar ihwal rencana kenaikan harga Premium. “Setelah berkoordinasi, diputuskan untuk ditunda,” ucapnya.

    Fajar menjelaskan, perlu ada rapat koordinasi setingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian soal penentuan harga Premium ini. Rapat koordinasi jadi mandatori sesuai dengan perintah beleid Pasal 3 ayat 4 Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

    Keputusan pemerintah soal harga BBM jenis premium yang terkesan maju mundur ini membawa ingatan publik kembali ke sosok Jonan yang kontroversial. Nama Jonan beberapa kali mengemuka sejak dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 27 September 2014 sebagai Menteri Perhubungan dan kemudian di-reshuffle pada 14 Oktober 2016 menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    Nama Jonan semakin melejit tak hanya karena prestasinya di dunia transportasi itu, tetapi juga karena beberapa pernyataan kontroversial yang dilontarkan. Berikut ini adalah beberapa pernyataan kontroversial lain dari Ignasius Jonan saat menjabat sebagai menteri.

    1. Jonan Sindir Gonta-ganti Dirut Pertamina

    Pada 25 April 2018 lalu, Ignasius Jonan menyindir soal pergantian direksi PT Pertamina (Persero) yang sering sekali dilakukan. "Kalau tugasnya suka gonta-ganti direksi harus dikasih kesempatan pertama pidato," ujar Jonan saat memberi kata sambutan di acara Pertamina Digital Expo 2018, 25 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.