Senin, 22 Oktober 2018

Pertamina Belum Siap, Pemerintah Batal Naikkan Harga BBM Premium

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan bermotor membeli BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Solo, Jawa Tengah, Senin, 17 November 2014. ANTARA/Maulana Surya

    Antrean kendaraan bermotor membeli BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Solo, Jawa Tengah, Senin, 17 November 2014. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Pemerintah memutuskan untuk membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis premium hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018. Pengumuman ini disampaikan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan sebelumnya mengumumkan bakal menaikkan harga BBM premium sebesar 7 persen menjadi Rp 7.000 per liter pada hari yang sama.

    Baca: Pertamina Menaikkan Harga BBM Non Subsidi, Cek Harganya

    "Jadi kami baru tahu tadi setelah Pak Jonan sampaikan pengumuman bahwa akan naik, dan kemudian kami tanya ke Menteri Rini, apakah bisa dilaksanakan atau tidak," kata Deputi Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara Fajar Harry Sampurno saat konferensi pers di Indonesia Paviliun, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Fajar menjelaskan, komunikasinya dengan Menteri BUMN Rini Soemarno berlanjut dengan cek silang rencana kenaikan harga BBM jenis premium itu ke PT Pertamina (Persero). "Menteri Rini melakukan cross check dengan Pertamina dan sampaikan bahwa kami (Pertamina) tidak siap untuk menaikkan (harga BBM) dua kali dalam satu hari," tuturnya.

    Seperti diketahui, Pertamina pada hari ini telah menaikkan harga BBM non PSO seperti Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO. Kenaikan harga ini berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB. 

    External Communication Manager PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus naik. Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus US$ 80 per barel. 

    Lebih jauh Fajar mengatakan pembatalan rencana kenaikan harga BBM premium itu juga telah diketahui oleh Menteri Jonan. Bahkan, kata dia, Jonan juga telah memutuskan untuk menunda kenaikan harga BBM premium bukan pada hari ini maupun besok.

    Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM Premium menjadi Rp 7.000 per liter mulai hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga ini, kata Jonan, akan berlaku di wilayah Jawa, Madura dan Bali.

    "Pemerintah mempertimbangkan Premium mulai hari ini jam 18.00 WIB, paling cepat, tergantung dari persiapan Pertamina mensosialisasikan sebanyak 2500 SPBU yang menjual Premium naik sekitar 7 persen," kata Jonan saat mengelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Jonan mengatakan untuk kenaikan Premium di Jawa, Madura dan Bali naik dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sedangkan, kenaikan di luar Jawa, Madura dan Bali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya, Rp 6.450 per liter.

    Baca: Harga BBM Non Subsidi Naik, Ekonom: Waspadai Inflasi

    Kenaikan harga BBM jenis premium tersebut berkaitan dengan harga minyak mentah dunia yang juga ikut naik sejak awal tahun lalu. Menurut mantan Menteri Perhubungan tersebut, harga minyak mentah jenis Brent telah naik sebanyak 30 persen sedangkan kenaikan ICP telah naik sebanyak 25 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.