Sabtu, 15 Desember 2018

Pasca Gempa Palu, Bandara Normal dengan 14 Penerbangan per Hari

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Amerika menurunkan bantuan dari pesawat milik U.S. Air Force di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 6 Oktober 2018. Sebanyak 25 negara menyatakan komitmen memberikan bantuan kepada Indonesia. Total komitmen bantuan asing untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp 220 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Tentara Amerika menurunkan bantuan dari pesawat milik U.S. Air Force di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 6 Oktober 2018. Sebanyak 25 negara menyatakan komitmen memberikan bantuan kepada Indonesia. Total komitmen bantuan asing untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp 220 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasional Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, mulai normal pada hari ke-11 pasca gempa Palu bermagnitudo 7,4. Lalu lintas mendekati kategori normal tercermin dari trafik lalu lintas penerbangan yang sudah mencapai 14 penerbangan per hari.

    Baca juga:  Pasca Gempa Palu, Jokowi: Bandara Mutiara Normal dalam Seminggu

    "Saat ini bandara bisa melayani 12-14 penerbangan per hari, meningkat signifikan dibanding pekan lalu yang masih fokus untuk melayani pesawat untuk pengiriman bantuan logistik untuk korban gempa," kata Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Benyamin Noach Apetuley di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Tercatat enam maskapai yang beroperasi melayani penumpang yaitu Lion Air, Batik Air, Wings Air, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia, dengan tujuan meliputi Surabaya, Jakarta, Manado, Yogyakarta, Toli-Toli, Ampana, Morowali.

    Bedasarkan pantauan, layanan penerbangan bandara sudah berangsur normal. Namun layanan di terminal masih belum pulih karena sejumlah bagian rusak akibat gempa.

    Saat memasuki ruang kedatangan, terlihat beberapa sudut plafon ambruk, termasuk lantai dua gedung belum bisa digunakan.

    Beberapa bagian terminal di lantai satu masih dipasangi pita kuning pertanda dalam perbaikan.

    Conveyor belt atau lintasan pengambilan barang bagasi penumpang hanya satu yang dioperasikan, dua lainnya. "Tidak digunakan karena plafon ruangannya butuh perbaikan," kata Benyamin.

    Kasubdit Penyelenggaraan Layanan dan Pengusahaan Bandar Udara Direktorat Bandar Udara Kemenhub, Cecep Kurniwan mengatakan, dari sisi pelayanan Bandara Mutiara sudah kembali pulih.

    Menurutnya, meskipun Bandara Mutiara Palu, sudah bisa diterbangi pesawat jet jenis boeing, kapasitas untuk melayani penerbangan komersial masih dibatasi karena harus difungsikan untuk pendaratan pesawat-pesawat untuk keperluan pengiriman bantuan logistik bagi korban gempa.

    Pasca gempa Palu, pengaturan lalu lintas pesawat atau air traffic control (ATC) sementara menggunakan sistem ATC bergerak, menggantikan menara yang rusak akibat gempa. "Secara keseluruhan layanan semakin normal. Tinggal memperbaiki layanan di ruangan terminal," ujar Cecep.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.