Sri Mulyani Bercerita Soal Mahatma Gandhi Boikot Garam dan Gula

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengunjungi Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2018 di jakarta Cinvention Center. 6 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengunjungi Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2018 di jakarta Cinvention Center. 6 September 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bercerita mengenai sosok Mahatma Gandhi. Menurut Sri Mulyani, Mahatma Gandhi bisa menginspirasi ratusan juta orang India untuk melawan penjajahan Inggris pada waktu itu.

    Simak: Cerita Sri Mulyani Mengenang Mar'ie Muhammad

    "Kemarin saya menonton film Mahatma Gandhi itu menikah umur 13 tahun, dia bisa bisa meng-inspired ratusan juta orang India untuk melawan penjajahan Inggris," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Senin, 24 September 2018.

    Dalam film yang Sri Mulyani tonton, Mahatma Gandhi berani memboikot tiga hal penting pada masanya, yaitu garam yang diproduksi penjajah Inggris, gula dan pakaian.

    "Makanya kalau lihat film Mahatma Handhi dia pakai baju slewer-slewer," kata Sri Mulyani.

    Sri Mulyani mengatakan, Mahatma Gandhi adalah seorang lulusan universitas hukum terbaik di Inggris. "Dia (Gandhi) mengatakan, 'saya (Gandhi) mending pakai baju dari tangan-tangan orang India', menunjukkan indepedensinya cara dia menunjukkan semangat untuk merdeka," ujar Sri Mulyani.

    Hal itu Sri Mulyani sampaikan dalam perayaan Hari Ulang Tahun Indonesia Eximbank ke-9.

    Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan saat ini masyarakat menyukai pakaian produksi dalam negeri. Namun di sisi lain Indonesia masih banyak sekali mengimpor raw material atau bahan baku.

    Menurut Sri Mulyani kalau orang Indonesia kelas menengah dan tinggi menyukai fashion, seharusnya juga bisa ekspor.

    "Kalaupun kita harus impor raw materialnya, harusnya kita ekspor. Jangan dikonsumsi saja dalam negeri. Supaya seimbang," kata Sri Mulyani.

    Karena hal itu, Sri Mulyani membutuhkan masukan dan campur tangan yang betul-betul nyata untuk mengetahui penyebab masalah dan solusi tepat mengatasinya.

    Sri Mulyani juga ingin universitas agar membuat rekomendasi yang tajam. "Kita identifikasi kenapa agro tidak tumbuh baik, kenapa tekstil masih middle industrial. Segala macam tadi," ujar Sri Mulyani.

    Sri Mulyani ingin terus memacu agar Kementerian Keuangan bisa terus memberikan yang terbaik dan lebih baik.

    "Pressure itu akan terus saya lakukan. Jangan berharap saya jadi nice enough. Terus saya akan minta do more do more, ini tidak akan cukup. Dan saya akan terus melakukan itu, saya konsekuen kalau memang kami jadi penghalang, sampaikan ke kami. Kita ingin jadi problem solver," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.