Rabu, 19 September 2018

IHSG Rebound ke Level 5.725,61, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound ke zona hijau dan menguat 0,74 persen atau 42,11 poin ke level 5.725,61, hanya dalam hitungan menit setelah perdagangan dibuka pagi hari ini, Kamis, 6 September 2018. Kemarin IHSG ditutup melorot 3,76 persen atau anjlok 221,80 poin ke level 5.683,50.

    Baca: Pergerakan IHSG Awal September Ini Dibayangi Rilis Data BPS

    Sejak awal perdagangan IHSG dibuka pagi hari ini melemah 0,62 persen atau 36,52 poin ke level 5.868,78. Indeks jatuh semakin dalam pada akhir sesi I yang anjlok 3,33% atau 196,42 poin ke level 5.708,88.

    Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya melihat kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi stabil sehingga dapat menjadi katalis positif bagi berlangsungnya penguatan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. 

    Adapun DBS Group Research mengungkapkan pasar keuangan Indonesia terus merasakan ketegangan dari emerging market sell-off, meskipun kondisi domestik saat ini menguntungkan. Ekonom DBS Group, Radhika Rao menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I tahun 2018 meningkat menjadi 5,2 persen yoy, sementara Agustus lalu inflasi CPI melemah dari yang diprediksikan, pada kisaran 3,2 persen yoy stabil dari bulan Juli.

    Radhika menjelaskan, hal ini senada dengan target Bank Indonesia pada kisaran 2,5-4,5 persen. Defisit transaksi berjalan fiskal masih sesuai dengan yang dianggarkan yaitu -2,1 persen dari PDB, dimana rasio utang pemerintah terhadap PDB rendah di 28,7 persen (pada akhir tahun 2017).

    Setidaknya, kata Radhika, ada dua poin sulit yang masih bertahan. Pertama, meskipun defisit transaksi berjalan di bawah 3 persen tahun ini, hal tersebut diharapkan akan lebih luas dibandingkan tahun 2017, menyiratkan kebutuhan pembiayaan yang lebih tinggi.

    Kedua, kepemilikan asing yang cukup besar terhadap obligasi domestik, ditambah dengan utang korporasi dolar AS yang lebih tinggi, di dalam lingkungan dolar AS yang kuat, terlihat mata uang rentan terhadap kelemahan.

    Baca: Krisis Argentina Bakal Jadi Sentimen Negatif bagi IHSG

    IHSG kemarin melemah bersamaan dengan bursa saham lain di Asia, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah 0,77 persen dan 0,51 persen, sedangkan indeks Hang Seng ditutup merosot 2,61 persen dan indeks Shanghai Composite melemah 1,68 persen. Di Asia Tenggara sendiri, Indeks FTSE Straits Times melemah 1,7 persen, indeks FTSE Malay KLCI turun 0,95 persen, indeks SE Thailand melemah 1,3 persen, dan indeks PSEi Filipina melemah 1,64 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.