Hari Kelima Agustus, Laju IHSG Melorot 3,76 Persen di Level 5.683

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melorot 3,76% atau anjlok 221,80 poin ke level 5.683,50 pada penutupan perdagangan pasar modal hari ini, Rabu 5 September 2018. 

    Baca: OJK: Volatilitas Rupiah dan IHSG Relatif Tinggi tapi Sementara

    Sejak awal perdagangan IHSG dibuka melemah 0,62% atau 36,52 poin ke level 5.868,78. Indeks jatuh semakin dalam pada akhir sesi I yang anjlok 3,33% atau 196,42 poin ke level 5.708,88.

     

    Sentimen pelemahan rupiah, memanasnya perang dagang AS-China dan gejolak pasar negara berkembang yang menjatuhkan ekonomi Turki, Argentina hingga ke Afrika Selatan telah memicu kekhawatiran pasar yang lebih dalam. 

    Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya melihat kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih menunjukkan berada dalam kondisi stabil sehingga dapat menjadi katalis positif bagi berlangsungnya penguatan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

    Kemarin IHSG ditutup melemah pada hari perdagangan keempat berturut-turut hari ini, Selasa (4/9/2018). Indeks ditutup melemah 1,04% atau 62,28 poin ke level 5.905,30, meskipun sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,12% atau 7,18 poin di level 5.974,76.

    DBS Group Research mengungkapkan pasar keuangan Indonesia terus merasakan ketegangan dari emerging market sell-off, meskipun kondisi domestik saat ini menguntungkan. 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.