Tertekan Kekhawatiran Perang Dagang, Harga Minyak Mentah Turun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adinegara, tren harga minyak mentah harus diwaspadai karena bakal berimbas pada harga gas dalam negeri yang sangat dibutuhkan oleh industry domestik. TEMPO/Tony Hartawan

    Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adinegara, tren harga minyak mentah harus diwaspadai karena bakal berimbas pada harga gas dalam negeri yang sangat dibutuhkan oleh industry domestik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, New York -Minyak mentah berjangka turun pada akhir perdagangan Jumat, 3 Agustus 2018 waktu setempat (Sabtu pagi WIB, 4 Agustus 2018), menyerahkan keuntungan dari sesi sebelumnya. Hal ini terjadi karena kekhawatiran perang dagang membebani pasar dan memicu kecemasan tentang permintaan.

    BACA: Perang Dagang AS - Cina, Indonesia Cari Peluang Dongkrak Ekspor

    Minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, kehilangan 0,47 dolar AS menjadi menetap di 68,49 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, turun 0,24 dolar AS menjadi ditutup pada 73,21 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

    Kedua kontrak acuan sempat diperdagangkan turun lebih dari satu dolar AS per barel. Minyak mentah AS mengakhiri minggu ini dengan penurunan 0,4 persen, sementara Brent telah jatuh 1,5 persen sepanjang minggu ini.

    "Ini adalah perasaan gelisah, selama kita memiliki ketidakpastian sanksi Iran dan ketidakpastian tarif, dan tidak perlu banyak pemicu ayunan signifikan dengan cara apa pun atau lainnya," kata Jim Ritterbusch, analis di Galena, Illinois.

    BACA: Perang Dagang, Sri Mulyani: Ekonomi Dunia Terancam Turun pada Semester II

    Ketakutan bahwa permintaan Tiongkok dapat berkurang memicu kemunduran pada Jumat, setelah perusahaan minyak utama negara itu, Sinopec, memangkas pembelian minyak mentah AS.

    Unipec dari Tiongkok, unit perdagangan Sinopec, telah menghentikan impor minyak mentah dari Amerika Serikat akibat meningkatnya perselisihan perdagangan antara Washington dan Beijing, tiga sumber yang akrab dengan situasi tersebut mengatakan pada Jumat.

    "Permintaan Tiongkok dari penyuling independen juga lebih rendah, sementara perang dagang yang meningkat juga tidak membantu sentimen," kata Warren Patterson, analis komoditas di ING.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.