Sabtu, 15 Desember 2018

RUPS Ricuh, Bos Induk Produsen Beras Maknyuss Jamin Bayar Utang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Tuduh Indo Beras Tipu Peretail

    Polisi Tuduh Indo Beras Tipu Peretail

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food Stefanus Joko Mogoginta mengatakan dirinya bakal memperjuangkan hak-hak para pemegang saham dan hutang obligasi yang masih belum dibayarkan. Pimpinan perusahaan induk usaha dari PT Indo Beras Unggul (PT IBU) yang di antaranya memproduksi Beras Maknyuss itu bakal memperbaiki struktur keuangan perusahaan yang sudah 26 tahun berdiri ini.

    Baca: Sempat Anjlok Gara-gara Beras Maknyuss, Saham AISA Mulai Menanjak

    “TPS Food adalah perusahan yang telah saya bangun dengan perjuangan dan sudah menjadi perusahaan yang sangat dibanggakan, sehingga akan terus diperjuangkan. Hal ini sudah merupakan personal guarantee saya secara pribadi," kata Joko di Jakarta seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 28 Juli 2018.

    Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS perusahaan pemilik merk dagang snack ringan Taro ini mengagendakan empat hal pembahasan. Keempatnya yakni soal dispensasi atas penyelenggaraan RUPS untuk tahun buku 2017, persetujuan laporan tahunan termasuk laporan kegiatan perseroan, laporan dewan komisaris serta laporan keuangan, penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun depan dan terakhir persetujuan perubahan susunan direksi.

    Dalam keterangan tertulis tersebut, terungkap pula bahwa mayoritas pemegang saham sebesar 60,49 persen tidak setuju untuk hasil audit di tahun 2017. Salah satunya yang keberatan adalah pihak KKR Asset Management LLC. yang menyampaikan bahwa ada ketidakseimbangan biaya efisiensi dalam laporan 2017.

    "Komisaris Utama Anton Apriyantono selaku ketua RUPS menutup agenda pembahasan ini dengan memutuskan bahwa harus ada pengkajian ulang notaris oleh tim Otoritas Jasa Keuangan dengan mengenai total kesepakatan poin agenda ini dengan laporan persetujuan yang asli," seperti dikutip dalam rilis tersebut.

    Baca: Beras Maknyuss: Induk Usaha PT Indo Beras Beberkan Rumus Harga

    Sebelumnya, pada Jumat lalu, gelaran Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. kemarin malam berakhir ricuh. Kericuhan tersebut terjadi saat jajaran direksi perseroan tiba-tiba keluar dari lokasi rapat di Auditorium Bursa Efek Indonesia sambil berteriak-teriak.

    Joko sebagai Direktur Utama menuding telah terjadi hostile take over atau pengambilalihan secara paksa terhadap emiten berkode saham AISA itu. "Komisaris utama saya ditekan oleh bapak Jaka Prasetya," ujar Joko Mogoginta dengan suara tinggi, Jumat petang.

    Joko walk out dari RUPS bersama rombongan jajaran direksi Tiga Pilar Sejahtera Food yang saat ini terdiri atas Budhi Istanto Suwito dan Hendra Adisubrata sebagai direktur dan Jo Tjong Seng sebagai direktur independen.

    Adapun hingga 26 Juli 2018, Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat nama-nama pemegang saham AISA dengan kepemilikan lebih dari 5 persen hanya terdiri atas lima pihak.

    Kelima pihak itu ialah Morgan Stanley and Co. LLC yang mewakili Spruce Investors Limited 6,52 persen, Primanex Limited 5,38 persen, JPMB Throphy Investors I Ltd. 9,33 persen, Trophy 2014 Investor Ltd. c/o KKR Asset Management LLC 9,09 persen, dan BBH Luxembourg Fidelity Fund 7,98 persen.

    Sementara nama PT Tiga Pilar Corpora tidak lagi masuk dalam jajaran pemegang saham AISA dengan kepemilikan lebih dari 5 persen. PT Tiga Pilar Corpora melakukan aksi jual 213,34 juta saham AISA pada 1 Juni 2018. Lewat transaksi itu, kepemilikan saham PT Tiga Pilar Corpora turun tajam dari 383,19 juta saham (11,91 persen) menjadi hanya 169,85 juta saham (5,28 persen).

    Simak berita menarik lainnya terkait Beras Maknyuss hanya di Tempo.co. 

    DIAS PRASONGKO | BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.