Minggu, 19 Agustus 2018

Sempat Anjlok Gara-gara Beras Maknyuss, Saham AISA Mulai Menanjak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga saham produsen beras Maknyuss, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), tercatat kembali menanjak di perdagangan. Pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis, 27 Juli 2017, saham dibuka pada harga Rp 1.195 per lembar.

    Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 28 Juli, harganya naik hingga Rp 1.205 per lembar saham. Hingga menjelang penutupan sesi pertama perdagangan, harga saham berada di level Rp 1.235 per lembar atau naik perlahan hingga 40 poin atau 3,45 persen.
     
    “Kalau kemarin terjadi penurunan tajam itu efek sesaat, pasti investor terkejut karena hal itu sangat sensitif ketika kita melakukan investasi dan perusahaannya kurang benar akan memberikan isu yang cukup sensitif kepada investor dan masyarakat,” ujar Analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya, saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 Juli.

    Baca: Beras Maknyuss, Ombudsman Soroti Pelanggaran Tim Satgas Pangan
     
    William berujar seiring dengan berjalannya proses hukum, terdapat kebenaran dan fakta baru yang terungkap. Sebab, proses hukum masih bergulir dan perkembangannya akan terus dicermati investor. “Apakah benar atau tidak, itu bisa menimbulkan kepercayaan investor kepada emiten,” katanya.

    Di satu sisi, saat ini, kata dia, masih terlalu cepat menyimpulkan kebenaran tuduhan tersebut. “Pemerintah pasti tidak asal menuduh atau menyatakan statement telah terjadi seperti itu, pasti ada penyelidikan berbulan-bulan dan kemudian akhirnya diputuskan sidak (inspeksi mendadak),” ucapnya.
     
    Dinamika pergerakan saham AISA ini, kata William, masih akan terus berlanjut mengingat prosesnya masih sangat panjang, “Ini justru lebih rentan karena langsung berhubungan dengan direct consumer,” tuturnya. William berujar efek sesaat atau shock terhadap investor telah terjadi. “Namun, kalau kita melihat apakah ini akan cukup mempengaruhi kinerja atau tidak, kita tinggal lihat bagaimana masyarakat merespons hal tersebut karena itu adalah barang yang dikonsumsi publik.”
     
    Pergerakan naik-turun saham AISA, menurut dia, adalah hal wajar. “Ini sama seperti ketika laporan keuangan turun terus, direspons dengan penurunan tajam, kemudian rebound lagi setelahnya, ya, wajar,” katanya.

    Seperti diketahui, saham produsen beras Maknyuss AISA sempat anjlok setelah pada pekan lalu Satuan Tugas Pangan menggerebek gudang anak usaha TPS Food, PT Indo Beras Unggul, yang terletak di kawasan Bekasi, karena melakukan penipuan dan diduga merugikan negara hingga puluhan triliun.
     
    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.