Senin, 20 Agustus 2018

Produsen Beras Maknyuss Kantongi Rp 2 Triliun dari Penjualan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di Pabrik PT Indo Beras Utama terpantau normal saat Tempo berkunjung, Jumat 21 Juni 2017. Tadi malam, Mabes Polri dan Kementerian Pertanian menggeledah pabrik yang terletak diJalanRengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi karena melanggar Undang Undang tentang Perlindungan Konsumen. TEMPO/HISYAM LUTHFIANA

    Aktivitas di Pabrik PT Indo Beras Utama terpantau normal saat Tempo berkunjung, Jumat 21 Juni 2017. Tadi malam, Mabes Polri dan Kementerian Pertanian menggeledah pabrik yang terletak diJalanRengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi karena melanggar Undang Undang tentang Perlindungan Konsumen. TEMPO/HISYAM LUTHFIANA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (TPS Food) memproyeksikan dapat meraih penjualan produk mereka yakni di sektor makanan ringan dan beras mencapai Rp 7,24 triliun. Artinya penjualan ini akan meningkat sekitar 8 persen dibandingkan penjualan 2016 sebesar Rp 6,7 triliun.

    Menurut Direktur Keuangan Perusahaan Sjambiri Lioe, hal tersebut diperhitungkan berdasarkan estimasi penjualan di Semester 1. Emiten berkode AISA itu berhasil memperoleh penjualan dari sektor Food yakni Mie Kering, Snacks, Mie Instant (Mie Kremes), Biskuit, Permen, dan lainnya dengan total Rp 1,26 triliun.

    Secara total angka tersebut meningkat sebesar 6 persen dibandingkan penjualan semester 1 tahun lalu sebesar Rp 1,19 triliun. Lalu untuk penjualan sektor beras dari anak usaha PT Indo Beras Unggul, sepanjang semester 1 mereka berhasil meraih penjualan dari Beras Maknyuss dan Ayam Jago sebesar Rp 2,10 triliun. Namun angka penjualan tersebut menurun hingga 12 persen dibandingkan penjualan semester 1 2016 sebesar Rp 2,4 triliun. 

    Baca jugaProdusen Beras Maknyuss Tipu Konsumen, Berapa Keuntungannya?

    Dengan demikian, secara total untuk semester 1, total penjualan TPS Food sebesar Rp 3,37 triliun. Mereka juga masih memperoleh estimasi untuk kontrak biskuit sebesar Rp 400 miliar, serta proyeksi tambahan pendapatan dari pertumbuhan dari produk baru yang diluncurkan yakni mi kering, bihun dan snack Taro 3D di kuartal 3 dan 4 sebesar Rp 100 miliar, sehingga estimasi pencapaian penjualan di 2017 sebesar Rp 7,24 triliun.

    "Saya ambil angka Rp 3,37 triliun. Kalau disatutahunkan, omset itu kira-kira 6,7 triliun, dan biskuit itu di kuartal 3 dan 4 nilainya Rp 400 miliar, sehingga omset Rp 7,14 triliun. Kami masih mengharapkan income di snack, bihun dan mi kering. Jadi di 2017, berdasarkan fakta per hari ini, kami bisa mencapai Rp 7,24 triliun atau tumbuh sekitar 8 persen," tutur Sjambiri Loei, Selasa 25 Juli 2017.

    Meski demikian, angka tersebut masih sedikit lebih rendah dari target yang ditetapkan perseroan di awal 2017, yakni sebesar Rp 7,61 triliun, atau sekitar 95 persen target.

    Menurut Direktur Divisi Food Hendra Adisubrata, perusahaan akan melakukan inovasi dengan mengeluarkan berbagai produk baru. Pertama, mereka akan melaunching produk Mie Kremes varian mie Goreng, yang dijual seharga Rp 1.000, dan Mie Kremes Wave seharga Rp 2.000. Lalu produk Bravo! Ring Crunch Choco Banana yang telah dilaunching pada April 2017, serta snack Taro Varian Teriyaki yang dilaunching pada Juli ini.

    "Kami melihat ternyata pertumbuhan market untuk home cooking itu cukup besar. Karena itu kami meluncurkan small pack dan single pack untuk home cooking, sekarang varian kami akan yang akan menjadi growth potential di tahun ini," kata dia terkait penjualan makanan ringan dan beras.

    DESTRIANITA

     
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.