Ojek Online Bantah Pernyataan Anies Baswedan Soal Penyebab Macet

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri penutupan pelatihan mitigasi aksi terorisme jelang Asian Games di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    (Dari kiri) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri penutupan pelatihan mitigasi aksi terorisme jelang Asian Games di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Juli 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta-  Ketua Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono, membantah pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal ojek online penyebab kemacetan di daerah Sudirman-Thamrin dan beberapa titik lainnya.

    Baca: Pengemudi Ojek Online Suka Mangkal, Anies Akan Panggil Operator

    “Dari dulu, sebelum ada ojek online kawasan itu sudah macet,” ujar dia saat dihubungi, Jumat, 27 Juli 2018.

    Igun mengatakan seharusnya pemerintah provinsi DKI Jakarta menyiapkan kantung-kantung parkir untuk para ojek online menjemput dan menurunkan penumpang. Menurut Igun, para pengendara ojek online akan tertib jika diberikan fasilitas seperti itu.

    Menurut Igun, tidak semua tempat umum, menyediakan ruang khusus untuk ojek online menjemput dan mengantar penumpangnya. “Jadi berikan ojek online ruang agar tertib,” ucap dia.

    Soal ruang penjemputan, Grab Indonesia mengklaim sudah menyediakan shelter-shelter untuk penjemputan dan pengantaran penumpang. Saat ini jumlahnya baru 90 shelter yang tersebar di Jakarta.

    Berdasarkan pantauan Tempo di Stasiun Tanah Abang, Grab memang menyediakan ruang untuk penjemputan di dekat pintu keluar stasiun. Namun, shelter tersebut tidak dapat diakses ojek online. Tempat tersebut hanya dapat diakses oleh ojek konvesional. Jika ingin menggunakan jasa ojek online, penumpang harus berjalan keluar sekitar 100 meter untuk dapat diakses oleh pengemudi ojek online.

    Kemudian, untuk di Stasiun Palmerah, tidak ada shelter khusus dan kantung parkir untuk pengemudi ojek online menjemput penumpangnya. Sehingga terjadi penumpukan motor ketika penumpang kereta api keluar stasiun dan menggunakan ojek online. Hal tersebut yang menyebabkan penyempitan jalur dan macet.

    Sebelumnya, Anies berencana mengatur tempat menurunkan dan menjemput para warga Jakarta yang menjadi penumpang ojek online. Anies Baswedan berujar, pengemudi ojek online disiapkan tempat khusus untuk menurunkan dan menjemput penumpang, sehingga tidak memakan badan maupun bahu jalan.

    Anies Baswedan meminta kepada para pengemudi ojek online yang sering ngetem atau mangkal di kawasan Sudirman-Thamrin dan kawasan perkantoran lainnya untuk menghilangkan kebiasaan buruk dalam menjaring warga Jakarta tersebut. Sebab tindakan para pengemudi ojek online menunggu penumpang tersebut membuat jalur protokol kerap macet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.