Senin, 22 Oktober 2018

Pasar Obligasi Diperkirakan Menguat untuk Tenor Jangka Pendek

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain dapat dibeli di pasar perdana, obligasi juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder dengan menggunakan harga dalam bentuk persentase.

    Selain dapat dibeli di pasar perdana, obligasi juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder dengan menggunakan harga dalam bentuk persentase.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar obligasi diperkirakan akan dibuka menguat untuk obligasi 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun dengan potensi menguat terbatas pada Jumat 27 Juli 2018. 

    Baca: PT KAI Terbitkan Surat Obligasi Senilai Rp 2 Triliun

    Namun, untuk obligasi 15 tahun diperkirakan akan dibuka melemah karena masih memiliki ruang untuk mengalami pelemahan, meskipun sudah tidak banyak.

    Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa, pelan tapi pasti, Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi merasa yakin dengan pertumbuhan ekonomi di zona Eropa.

    Namun, Draghi mengingatkan bahwa terlalu dini untuk menyatakan kemenangan saat ini. Perang dagang diyakini tidak akan terlau berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di zona Eropa.

    "Hal ini dapat kita saksikan tatkala pekan depan inflasi zona Eropa akan keluar beserta dengan data ketenagakerjaannya," ujar Nico dalam riset harian, Jumat 27 Juli 2018

    Sementara itu, porsi kepemilikan asing di pasar obligasi dalam negeri sedikit demi sedikit sudah mulai berkurang. Setelah bertahan selama dua pekan di area 38%, sekarang porsinya menyusut menjadi 37,6%.

    Baca: OJK Sebutkan 3 Daerah Ini Siap Terbitkan Obligasi

    Menurutnya, hal ini pula lah yang membuat pasar obligasi tidak mendapatkan dorongan untuk mengalami penguatan.

    Fokus berikutnya adalah pengumuman beberapa data inflasi dari Eropa dan Indonesia pada pekan depan.

    "Kami masih merekomendasikan hold hari ini, dengan potensi buy apabila mengalami kenaikan di atas 50 bps. Strategi investasinya masih terfokus pada obligasi jangka pendek, tetapi tetap mengambil porsi terhadap obligasi jangka panjang," papar Nico.

    Pada perdagangan Kamis 26 Juli 2018, total transaksi dan frekuensi kembali turun dibandingkan hari sebelumnya di tengah labilnya harga obligasi. Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 7-10 tahun, diikuti dengan tenor 10-15 tahun dan 15-20 tahun.

    "Pasar obligasi kemarin terlihat masih agak malu-malu untuk mengalami kenaikan, keraguan karena ketidakyakinan terhadap pasar membuat para pelaku pasar dan investor masih melakukan wait and see," terangnya.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.