Lobi Tingkat Tinggi Menteri Dibalik Negosiasi Freeport

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi menuntut penutupan PT Freeport Indonesia di depan kantor Freeport, Jakarta 29 maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi menuntut penutupan PT Freeport Indonesia di depan kantor Freeport, Jakarta 29 maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamis sore dua pekan lalu, 12 Juli 2018, pemerintah yang diwakili PT Inalum meneken pokok-pokok perjanjian atau head of agreement terkait penjualan saham Freefort McMoran Inc (FCX) dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke INALUM.

    BACA: Tiga Bank BUMN Danai Akuisisi Saham Freeport oleh Inalum

    Empat menteri menyaksikan penandatanganan antara Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Direktur Freeport McMoran Richard Adkerson.

    Penandatanganan disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

    Dalam penandatanganan tersebut, Freeport-McMoRan—yang juga mewakili Rio Tinto—sepakat melepas 45,6 persen saham di PT Freeport Indonesia kepada Inalum. Freeport dan Inalum menyetujui harga divestasi US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp 55,736 triliun dengan kurs saat ini.

    Struktur divestasinya Inalum akan membeli 40 persen participating interest Rio Tinto di PT Freeport Indonesia, yang kemudian akan terkonversi menjadi saham. Selanjutnya, Inalum membeli 9,36 persen saham PT Indocopper Investama—milik Freeport-McMoRan—yang akan terdilusi menjadi 5,6 persen setelah Freeport menerbitkan saham baru.

    Kesepakatan antara pemerintah dan Freeport melalui jalan panjang dan berliku. Berlikunya negosiasi antara pemerintah dan Freeport tercantum dalam tulisan di Majalah Tempo edisi Senin, 22 Juli 2018 berjudul "Mengunci Harga Tambang Tembagapura."

    Di dalamnya disebutkan bahwa kesepakatan harga dan struktur divestasi PT Freeport Indonesia sebetulnya sudah tercapai pada Mei lalu. Kesepakatan itu didapat setelah Inalum, Rio Tinto, dan Freeport-McMoRan bernegosiasi berbulan-bulan. Tapi ketiganya menutup rapat kesepakatan tersebut. Kesepakatan baru terbuka perlahan-lahan pada akhir Juni lalu, ketika Jonan bertemu dengan Richard Adkerson di Washington, DC, Amerika Serikat.

    Proses negosiasi harga divestasi sempat mentok. Rio Tinto dan Freeport-McMoRan bertahan dengan harga mereka, sementara Inalum tidak mau menaikkan tawaran.

    Deputi Menteri BUMN Fajar Harry Sampurno enggan menjelaskan detail negosiasi. Tapi, menurut dia, harga divestasi yang didapat sekarang sudah dilaporkan dan mendapat persetujuan dua menteri, yaitu Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Yang memutuskan deal harga itu menteri,” kata Fajar.

    Baca berita lengkapnya soal dibalik negosiasi Freeport dan lobi para menteri di majalah.tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.