Kredit SMF Semester I Tembus Rp 4,35 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BPJS Ketenagakeraan menggelar lomba Touch The House berhadiah rumah untuk mensosialisasikan program kredit perumahan berbunga rendah bagi para pekerja. Kredit: BPJS Ketenagakerjaan

    BPJS Ketenagakeraan menggelar lomba Touch The House berhadiah rumah untuk mensosialisasikan program kredit perumahan berbunga rendah bagi para pekerja. Kredit: BPJS Ketenagakerjaan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan peningkatan pencapaian kinerja sepanjang semester I/2018. Hingga Juni 2018, perusahaan pembiayaan sekunder perumahan ini telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,345 triliun. Jumlah tersebut naik tipis 2,2 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,25 triliun.

    Sementara itu, dari segi pendapatan, SMF mencatatkan peningkatan 8 persen year-on-year dari Rp 575 miliar pada semester I/2017 menjadi Rp 621 miliar hingga Juni 2018.

    Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, sepanjang semester pertama tahun ini pihaknya tengah gencar melakukan penetrasi ke berbagai institusi penyalur KPR khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Hingga saat ini SMF telah memberikan fasilitas pembiayaan kepada 26 bank, baik umum, syariah, BPD, maupun perusahaan pembiayaan.

    Simak: Sepanjang 2017, SMF Cetak Laba Bersih Rp 397 Miliar

    "Kami berharap pembiayaan perumahan di daerah dapat lebih terdorong secara optimal sehingga kebutuhan perumahan di daerah dapat terpenuhi," kata Ananta di sela-sela pemaparan kinerja semester I 2018 di Griya SMF, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018.

    Adapun pada 6 Juni 2018, SMF telah menyalurkan dana pembiayaan KPR kpada Bank BJB sebesar Rp1,5 triliun. Selain itu, untuk sekuritisasi, sampai dengan Juni 2018 SMF telah memfasilitasi 12 kali transaksi dengan menggunakan skema efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP), dimana 11 kali dilakukan bekerjasama dengan Bank BTN dan 1 kali dengan Bank Mandiri. Total akumulasi traksaksi sekuritisasi tersebut mencapai Rp 10,155 triliun.

    EBA-SP tersebut menggunakan underlying KPR dari bank dengan kategori prime mortgage. Diharapkan sekuritisasi ini bisa mempercepat penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan, demi mensukseskan program 1 juta rumah, sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah.

    Sementara itu, pada Semester pertama tahun ini, SMF juga telah melakukan penerbitan obligasi Berkelanjutan IV SMF Tahap III dan Tahap IV 2018 dengan total nilai Rp 3,163 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara