Siapkan Dana Jangka Panjang, BTN Akusisi Manajemen Investasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagai pengampu mandat penyalur KPR bagi masyarakat menengah ke bawah, Bank BTN terus berinovasi melahirkan beragam produk.

    Sebagai pengampu mandat penyalur KPR bagi masyarakat menengah ke bawah, Bank BTN terus berinovasi melahirkan beragam produk.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN berencana mengakuisisi anak usaha baru dalam bentuk manajemen investasi pada September 2018. Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan aksi korporasi ini dilakukan untuk menggarap potensi pendanaan jangka panjang ketika nanti Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah beroperasi.

    "Langkah ini juga dipilih untuk memperkuat pendanaan perseroan dan menekan cost of fund," kata Maryono seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

    Adapun, BP Tapera merupakan pengelola dari sistem pembiayaan perumahan yang menghimpun dana jangka panjang melalui pelembagaan tabungan perumahan rakyat. Nantinya BP Tapera bertugas memberi bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan subsidi bantuan uang muka.

    Program ini nantinya bakal diikuti oleh aparatur sipil negara baik PNS, anggota TNI maupun Polri. BP Pertarum diharapkan bisa menggantikan fungsi Bapertarum PNS yang telah dibentuk sebelumnya.

    Baca: Bank Indonesia Beri Relaksasi Uang Muka KPR

    Maryono mengatakan langkah tersebut juga merupakan bagian dari usaha Bank BTN untuk mengamankan sumber pembiayaan jangka menengah panjang. Nantinya, entitas manajemen investasi yang diakuisisi juga akan digunakan untuk mengelola dana Tapera secara profesional dan komersial. Mulai semester II tahun 2018, kata Maryono, Bank BTN juga akan menggunakan skema FLPP yang baru dan SSB untuk pembiayaan perumahan.

    Maryono berujar akuisisi tersebut juga dilakukan Bank BTN usai melihat prospek yang semakin cerah usai Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan loan to value (LTV) di sektor properti. Maryono melanjutkan, hal ini tentu menguntungkan bagi Bank BTN yang memiliki core business pembiayaan perumahan.

    "Kami yakin dengan adanya relaksasi dari pemerintah tersebut, perseroan akan mampu mencapai target pertumbuhan pembiayaan pada tahun ini. Apalagi, mulai semester kedua tahun ini, Bank BTN sudah bisa menggunakan dana FLPP," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.