Jumat, 21 September 2018

Hingga 2020, Akan Ada Tambahan 5 Mall Baru di Jakarta

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memilih pakaian dengan diskon hingga 70 persen dalam gelaran Ramadhan Late Night Sale di Pejaten Village, Jakarta, Sabtu malam, 2 Juni 2018. Menurut catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, 23 pusat belanja di Jakarta menggelar midnight sale untuk menyambut Lebaran. TEMPO/Nurdiansah

    Pengunjung memilih pakaian dengan diskon hingga 70 persen dalam gelaran Ramadhan Late Night Sale di Pejaten Village, Jakarta, Sabtu malam, 2 Juni 2018. Menurut catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, 23 pusat belanja di Jakarta menggelar midnight sale untuk menyambut Lebaran. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto menyebutkan prospek bisnis pusat perbelanjaan atau mall di Jakarta masih belum jenuh menarik pelaku usaha meski pembangunan di luar ibu kota sudah mulai signifikan. "Saya pikir Jakarta masih prospektif untuk pembangunan mal, dan developer besar mereka masih mengincar daerah utama, yakni di Jakarta," katanya, di Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

    Dari riset Colliers International Indonesia, kata Ferry, ditemukan suplai mall di Jakarta dan sekitarnya akan terus bertambah. Jumlah mall di jakarta akan bertambah sebanyak 5 buah dengan total area ritel atau nett leasable area (NLA) akan bertambah sekitar 350.760 meter persegi (m2) dari 2018 hingga 2020.

    Baca: Antisipasi Teror Bom Meluas, Pusat Belanja Tingkatkan Pengamanan

    Di luar Jakarta, yakni Bodetabek, suplai yang akan bertambah adalah 6 mall, dengan total area ritel atau nett leasable area (NLA) akan bertambah sekitar 225.685 meter persegi (m2). Sementara, di Surabaya, suplai yang akan bertambah adalah 5 mall, dengan total area ritel atau nett leasable area (NLA) akan bertambah sekitar 139.465 meter persegi (m2) dari 2018 hingga 2020.

    Ferry menjelaskan, indikator utama dalam pembangunan mall adalah kepadatan penduduk dan ketersediaan infrastruktur transportasi. "Kalau di Jakarta kami melihat ada keduanya, koneksi hub dan konsentrasi penduduk," tuturnya.

    Baca: 2018, Colliers Sebut Tak Ada Retail Sewa Baru di Jakarta

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk jakarta pada 2017 mencapai 10,37 juta jiwa, atau plus 18,1 juta jiwa dari Bodetabek. Hanya saja, terkait infrastruktur transportasi, dia mengatakan, hal tersebut masih menjadi bottle neck yang ditunggu penyelesaiannya.

    Di sisi lain, kata Ferry, moratorium izin pembangunan mall yang diterbitkan pada 2011, kemungkinan akan kembali direvisi oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta jika proyek infrastruktur di Jakarta selesai. "Karena background dari pembatasan mal, karena mall dianggap menyebabkan kemacetan, dan kemacetan ini akan diatasi dengan adanya LRT dan MRT nanti," ucapnya.  

    Ferry juga tidak menepis sudah banyak developer yang mulai mempertimbangkan pembangunan mall di luar Jakarta. "Ada memang developer yang melihat second tier city atau third tier city, tapi itu juga mereka harus menyesuaikan segmentasi pasarnya."

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.