Imlek, Pengusaha Mall Prediksi Jumlah Pengunjung Naik 20 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menghias lampion di Mall Living Wolrd, Tangerang Selatan, Banten, 23 Januari 2016. Jelang perayaan imlek Mall Living Wolrd mengajak para pengunjung untuk menghias dan membuat lampion dengan rekor terbanyak yang dicatat dalam Indonesia Book of Record. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pengunjung menghias lampion di Mall Living Wolrd, Tangerang Selatan, Banten, 23 Januari 2016. Jelang perayaan imlek Mall Living Wolrd mengajak para pengunjung untuk menghias dan membuat lampion dengan rekor terbanyak yang dicatat dalam Indonesia Book of Record. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola pusat perbelanjaan berharap momentum Imlek dapat mendorong peningkatan jumlah pengunjung di mal. 

    Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan momentum Imlek biasanya mampu mengerek jumlah pengunjung di area tertentu di mal, tapi tidak sebanyak momentum Idulfitri. Umumnya, pengelola pusat perbelanjaan menghadirkan program khusus Imlek untuk menarik pengunjung.

    "Trafik kunjungan mungkin tidak terlalu banyak naik, tapi ada beberapa mengadakan acara, seperti angpao atau hadiah. (Pengelola mal) menunjukkan khas Imlek seperti Barongsai, selalu ada. (Peningkatan trafik) 10%-20% lah ya," jelasnya kepada Bisnis, Sabtu, 17 Februari 2018.

    Simak: Libur Imlek 2018, Ribuan Wisatawan Cina Serbu Dua Pulau Ini 

    Sementara itu, Marketing Communication Officer Kota Kasablanka Sabrina Haunan menuturkan pihaknya menggelar sejumlah program khusus untuk Imlek kali ini. Pusat perbelanjaan itu menggelar acara bertajuk Pasar Taon Baroe pada 1-18 Februari 2018 di area Food Society, yang di antaranya menampilkan pertunjukan Barongsai, Tarian Seribu Tangan, dan fashion show.

    Selain itu, terdapat pula program Lucky Angpao bagi yang berbelanja, dengan hadiah berupa cashback dan lain-lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).