Jumat, 21 September 2018

Lebaran 2018, Maskapai Tambah Penerbangan di Bandara Pekanbaru

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. TEMPO/Tony Hartawan

    Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan mulai menambah jadwal penerbangan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, ke empat tujuan untuk melayani arus mudik Lebaran 2018.

    Executive General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Jaya Tahoma Sirait mengatakan penerbangan tambahan atau extraflight tersebut terdiri atas tiga rute penerbangan domestik dan satu penerbangan internasional.

    Baca juga: Jalur Penerbangan Selatan Jawa Akan Digunakan Saat Lebaran 2018

    "Ada extraflight ke Batam, Yogyakarta, Jakarta, dan Singapura," ucapnya di Pekanbaru, Selasa, 5 Juni 2018.

    Maskapai penerbangan melakukan penambahan jadwal penerbangan untuk melayani pemudik dari dan menuju Bandara Pekanbaru selama 7-24 Juni 2018. Ada dua penerbangan tambahan untuk tujuan Jakarta, sedangkan yang lain rata-rata menambah satu penerbangan setiap hari.

    Baca juga: Penerbangan Internasional dari Bandung Akan Dialihkan ke BIJB

    Untuk mengoptimalkan layanan pada arus mudik, PT Angkasa Pura II selaku operator di Bandara Sultan Syarif Kasim II akan mulai mengaktifkan Posko Angkutan Lebaran pada tanggal 7 Juni mendatang. Pertumbuhan penumpang saat Lebaran diperkirakan sekitar 12 persen dibanding hari biasa.

    Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru dalam setahun bisa melayani sekitar empat juta penumpang. Jaya mengatakan puncak arus mudik Lebaran 2018 diperkirakan terjadi pada 13 dan 14 Juni 2018. "Puncak arus mudik diperkirakan tanggal 13 dan 14 Juni. Diperkirakan, penumpang yang lalu lalang mencapai 13.500 dalam sehari," kata Jaya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.