Pergantian Dirut Bulog, Istana Pastikan Belum Ada Rapat TPA

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 02_peristiwa_pratikno

    02_peristiwa_pratikno

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan, hingga saat ini, belum ada rapat tim penilai akhir (TPA) untuk Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). "Belum ada TPA," kata Pratikno setelah meresmikan Sistem Informasi Perjalanan Dinas Luar Negeri (Simpel) dan sosialisasi aplikasi itu kepada kalangan perguruan tinggi di kompleks Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 24 April 2018.

    Pratikno juga bungkam ketika ditanya, apakah benar mantan Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso akan menempati posisi Dirut BUMN. "Belum, belum ada TPA. Mungkin beberapa hari ini, mungkin minggu ini, atau minggu depan akan ada TPA. Tapi memang belum ada TPA, ya," ucapnya.

    Baca: Kementerian BUMN Ogah Komentari Isu Budi Waseso Jadi Dirut Bulog

    Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti sebelumnya mengatakan masih menunggu kepastian soal penggantian dia di perusahaan penyangga logistik pangan nasional itu. "Masih belum ada yang bisa disampaikan. Cuma menunggu kepastian, tapi kemungkinan Rabu (25 April 2018)," ujar Djarot di Kementerian BUMN Jakarta, Senin, 23 April 2018.

    Djarot pada sekitar pukul 11.00 WIB kemarin mendatangi Kementerian BUMN di Jalan Merdeka Selatan. Ia langsung menuju lantai 16, yang merupakan ruangan Deputi Bidang Usaha Industri Argo dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro. Sekitar pukul 14.30 WIB, Djarot keluar lobi Kementerian BUMN.

    Selama tiga jam di lantai 16, Djarot mengaku belum bertemu dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Deputi Wahyu Kuncoro. "Oooh, enggak (tidak bertemu). Kami nunggu di luar," tutur Djarot kemarin.

    Sebelumnya, ramai beredar kabar bahwa Budi Waseso akan menjadi orang nomor satu di Perum Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti. Menanggapi hal tersebut, Djarot hanya berkomentar pendek. "Ya, namanya anak buah, apa pun itu (pemegang saham) pasti sudah berpikir yang terbaik," ujar Djarot.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.