Kemendag Siapkan Daging Sapi Impor Rp 80 Ribu untuk Ramadan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diperlukan strategi pengembangan sapi potong sebagai upaya mencukupi kebutuhan daging sapi nasional, terutama yang mengandalkan sumber daya lokal.

    Diperlukan strategi pengembangan sapi potong sebagai upaya mencukupi kebutuhan daging sapi nasional, terutama yang mengandalkan sumber daya lokal.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pihaknya menyiapkan daging sapi impor seharga Rp 80 ribu untuk memenuhi kebutuhan pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 2018.

    "Saya hanya akan mengeluarkan izin impor daging sapi paha depan dan sebagainya. Kalau paha belakang, kalau lebih dari Rp 80 ribu, kita tolerir. Kalau mau Rp 80 ribu, Alhamdulillah. (Izin impor) bagi mereka yang bersedia menjual kepada konsumen dengan harga Rp 80 ribu," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam konferensi pers seusai rapat terbatas membahas persiapan perayaan Idul Fitri di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 5 April 2018.

    Baca juga: Indonesia Lakukan Ekspor Perdana Daging Sapi Wagyu

    Enggartiastomengatakan daging sapi tersebut diimpor dari India, serta daging beku paha depan berasal dari Australia, Selandia Baru, Meksiko dan Spanyol. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan impor dari Brasil.

    Apabila tidak ada importir yang bersedia melakukan impor, lanjut Enggar, maka pemerintah melalui BUMN akan mengimpor daging tersebut. "Kalau tidak ada yang mau kami impor sendiri melalui BUMN. Jadi itu yang kami siapkan. Pasokan tidak ada soal," katanya.

    Kebijakan impor daging sapi ini dibuat oleh Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri 2018, karena ada masa itu permintaan akan sejumlah bahan pokok umumnya meningkat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.