Darmin: Vokasi untuk Kejar Ketertinggalan dalam Jangka Pendek

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, saat memberikan paparan materi di acara Digital Economic Briefing 2017 yang digelar oleh Tempo Media Group di Gedung Indosat Ooredoo Pusat, Jakarta, 16 November 2017. TEMPO/Andi Aryadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution optimis Indonesia dapat menjalani Making Indonesia 4.0 dengan mengupgrade mutu pendidikan. Dia menuturkan selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia lewat sekolah vokasi. “Kalau dibandingkan negara lain, SDM kita tidak cukup unggul,” tutur dia di Jakarta Convention Center, Rabu, 4 April 2018.

    Untuk mengejar ketertinggalan, Darmin mengatakan pemerintah sedang mengembangkan pendidikan vokasi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Sekolah vokasi digerakkan untuk mengejar ketertinggalan dalam jangka pendek. “Pendidikan sarjana dan pascasarjana juga perlu,” tutur dia. 

    Simak: Butuh Tenaga Terampil, Pemerintah Rancang Pelatihan Vokasi 

    Menurut Darmin ada beberapa ketrampilan yang belum dikuasai SDM di Indonesia, salah satunya juru ukur. Dia mengatakan Kementerian Agraria menciptakan pendidikan vokasi, sehingga mereka menghasilkan ribuan tenaga ahli yang siap bekerja.

    Making Indonesia 4.0 merupakan strategi pemerintah memasuki industri digital. Menteri Perindustrian Airlangga Hertanto mengatakan diimplementasikan strategi tersebut, akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tiga ribu kali lipat.

    Airlangga menyerahkan pemetaan 10 langkah dalam pengembangan industri 4.0. untuk mengembangkan industri manufaktur yang berdaya saing global. “Antara lain infrastruktur kita tangani,” kata dia.

    Sepuluh langkah tersebut antara lain, mencakup perbaikan alur barang dan material, membangun zonasi industri yang komprehensif, mengakomodir standar keberlanjutan, memberdayakan industri kecil dan menengah, dan membangun infrastuktur digital Indonesia.

    Selanjutnya, menarik minat investor asing, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem inovasi, insentif untuk investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan.”Indonesia berkomitmen mengimplementasikan Making Indonesia 4.0,” ujar Airlangga didampingi Menteri Darmin.

    Airlangga menjelaskan saat ini, industri kecil dan menengah menjadi inklusif, di mana sifatnya akan sama dengan e-commerce platform. Sehingga indutri kecil dan menengah juga dapat besaing secara global. Untuk itu, industri nasional membutuhkan konetivitas serta interaksi melalui teknologi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.