Darmin Sebut Perekonomian Berkualitas Selama Masa Jokowi-JK

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kanan) didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (keempat kiri) melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kedua kanan) didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (keempat kiri) melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 4 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kualitas pertumbuhan ekonomi telah membaik dalam lima tahun masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    "Kinerja kita dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan masih lumayan baik, dari empat persen naik menjadi kisaran lima persen," ujar Darmin dalam diskusi dengan media di Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Menurut dia, kinerja perekonomian yang mampu tumbuh stabil lima persen ini merupakan pencapaian yang baik ketika dunia sedang menuju ke arah perlambatan.

    "China yang dulunya bisa tumbuh 8,5 persen, mulai tumbuh enam persen, karena porsi ekonominya lebih banyak dari ekspor. Begitu dunia melambat, pengaruhnya banyak," ujarnya.

    Ia menambahkan kinerja tersebut didukung oleh stabilnya laju inflasi serta penurunan tingkat kemiskinan, rasio gini dan tingkat pengangguran.

    "Untuk gini rasio, di China saja gini rasio lebih tinggi dari kita, jadi dilihat dari berbagai indikator makro, kita dalam periode pertama Jokowi itu bagus," ujar Darmin.

    Selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pertumbuhan ekonomi stabil pada kisaran lima persen, dari 2015 sebesar 4,88 persen, menjadi 5,06 persen hingga semester I-2019.

    Laju inflasi ikut tercatat turun dari 3,35 persen pada 2015 menjadi 3,13 persen pada 2018 berkat upaya stabilisasi harga bahan makanan.

    Selain itu, tingkat kemiskinan ikut menurun, dari 11,22 persen pada Maret 2015, menjadi 9,4 persen pada Maret 2019 karena keberhasilan program kesejahteraan pemerintah.

    Hal itu ikut menyebabkan tingkat pengangguran menurun dari 5,81 persen pada Februari 2015, menjadi 5,01 persen pada Februari 2019.

    Gini rasio yang merupakan indikator untuk mengukur kesenjangan pendapatan juga tercatat turun dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019.

    Ikut hadir dalam diskusi yang juga menjadi acara perpisahan Darmin bersama media adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    Selain itu, ikut hadir Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.