Boediono: Pemerintah Bisa Belajar ke Orba Soal Kebijakan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden RI Boediono menyampaikan paparannya dalam Indonesia Economic Outlook 2016 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Mantan Wakil Presiden RI Boediono menyampaikan paparannya dalam Indonesia Economic Outlook 2016 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden RI ke-11 Boediono mengatakan, pemerintah dapat mengambil pelajaran dari pemerintah Orde Baru (Orba) khususnya soal efektifitas kebijakan ekonomi.

    "Bagi kita sekarang sangat penting untuk kita menanyakan apa yang positif untuk dipelajari. Tidak harus kita kembali ke masa Orba. Kita punya situasi yang sangat berbeda sekarang," kata Boediono dalam sambutannya di acara peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia 2017 di Gedung BI, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

    Menurut Boediono, pada zaman Orba indikator sosial ekonomi Indonesia sangat baik. Hampir selama 30 tahun, pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen tiap tahunnya. Rasio Gini, kata dia, juga cukup stabil pada angka 30-35 persen.

    "Indikator sosial lain seperti pendidikan dan kesehatan juga menunjukkan perbaikan kala itu," tutur dia.

    Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan hal tersebut dapat dicapai karena adanya kontinuitas dalam konsepsi dan pelaksanaan suatu kebijakan perekonomian pada masa Orba. Selain itu, ada fokus dan koherensi yang jelas dari kebijakan tersebut, sehingga muncul kebijakan ekonomi yang efektif.

    Boediono menyebut, meski dalam situasi politik yang berbeda, aspek kontinuitas, adanya fokus dan koherensi, serta rasionalitas dalam menerapkan kebijakan ekonomi dapat diadaptasi oleh pemerintah saat ini.

    "Tidak perlu kembali ke masa lampau (Orba), tapi pasti ada cara untuk menerapkan aspek-aspek itu ke dalam sistem sosial politik saat ini," ucap dia.

    Meski begitu, menurut Boediono, apa yang dilakukan oleh pemerintah dan BI saat ini sudah sangat baik. Dilihat dari naiknya pertumbuhan perekonomian Indonesia dari tahun ke tahun, katanya.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.