Selain Skimming, Pelaku Pembobolan Kartu ATM Gunakan Tusuk Gigi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain menggunakan mesin skimming, pelaku pembobolan kartu ATM juga menggunakan modus yang cukup sederhana, yaitu memakai tusuk gigi.

    Modus itu dikemukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, yang belum lama ini menangkap 17 pembobol uang nasabah melalui mesin ATM bermodus ganjal pintu masuk kartu.

    Baca juga: Dana Hilang Mendadak, Nasabah Bank Mandiri Blokir Rekening

    "Ini kami amankan dari beberapa kelompok yang sekarang menyebar di DIY," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar  Hadi Utomo saat jumpa pers di Mapolda DIY, Selasa, 20 Maret 2018.

    Menurut Hadi, 17 tersangka itu telah beroperasi melakukan pembobolan uang nasabah di berbagai lokasi yang tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Sleman.

    Ia mengatakan untuk sementara akumulasi barang bukti yang disita dari 17 tersangka berupa uang Rp100 juta. Namun karena pelaku telah beroperasi di 89 tempat termasuk di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, Hadi memperkirakan nilai uang yang dicuri mencapai miliaran rupiah.

    "Para tersangka ini tertangkap tangan. Kami mengimbau bagi masyarakat yang merasa (menjadi korban) bisa datang ke kami dan kami buatkan laporan ," kata dia.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul AKP Anggaito Hadiprabowo menjelaskan modus operandi yang dilakukan para pelaku adalah mengganjal mesin lubang ATM dengan tusuk gigi.

    Setelah itu, pelaku yang sebagian di antaranya mengenakan baju menyerupai seragam pegawai bank berpura-pura membantu, namun kemudian menukar kartu milik korban dengan kartu palsu yang sudah disiapkan.

    "Pelaku juga meminta korban menghubungi nomor 'call center' (palsu) yang sudah ditempel di mesin ATM. Selanjutnya pihak yang dihubungi meminta data pribadi milik korban seperti nomor PIN hingga nama ibu kandung," kata dia.

    Para tersangka berasal dari berbagai daerah seperti Banten, Lampung, hingga Wonogiri, Jawa Tengah. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

    Menurut Anggaito, para pelaku menyasar wilayah-wilayah dengan perputaran ekonomi besar. Yogyakarta sendiri, menurut dia, hanya wilayah lintasan yang memang memiliki banyak jumlah mesin ATM

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?