KKP Ajukan Tiga Syarat Impor Garam Agar Tak Bocor

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Tak Kompak Soal Jatah Garam Impor

    Pemerintah Tak Kompak Soal Jatah Garam Impor

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan tiga hal penting yang tetap harus dipenuhi. Saat ini kewenangan menerbitkan rekomendasi impor garam untuk kebutuhan industri telah berpindah ke Kementerian Perindustrian.

    Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi menyampaikan, pertama, realisasi impor garam untuk industri yang pada Januari tahun ini disetujui Kementerian Perdagangan sebanyak 2,37 juta ton.

    "Kami harus tahu berapa yang sudah diimpor, untuk perusahaan apa saja, dan berapa volume masing-masing," katanya saat dihubungi, Jumat, 16 Maret 2018.

    Kedua, mandat penyerapan garam rakyat oleh importir sebagaimana diamanatkan UU No 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 66/PERMEN-KP/2017 tentang Pengendalian Impor Komoditas Pergaraman.

    Simak: Impor Garam Industri, Darmin: Sudah Diteken PP-nya oleh Presiden

    Ketiga, pengawasan penggunaan garam impor untuk memastikan bahan baku industri itu tidak diolah menjadi garam konsumsi rumah tangga.

    Brahmantya mengatakan rancangan peraturan pemerintah yang mengembalikan kewenangan Kemenperin menerbitkan rekomendasi impor garam industri sudah diundangkan dan berlaku mulai hari ini. Dengan demikian, KKP tidak lagi memiliki kewenangan menerbitkan rekomendasi impor garam industri.

    PP No 9/2018 yang mengatur pengendalian impor komoditas perikanan dan pergaraman untuk bahan baku/bahan penolong industri itu sesungguhnya bertolak belakang dengan UU No 7/2016 yang mengamanatkan Menteri Kelautan dan Perikanan menerbitkan rekomendasi impor garam.

    Namun Brahmantya hanya mengatakan, "PP ini sifatnya menyinergikan UU No 7/2016 dengan UU Perindustrian. Bagaimana pun, PP itu sudah diundangkan."

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.