Sri Mulyani Minta SMI Selektif Pilih Proyek

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) lebih selektif dalam memilih proyek pendanaan yang akan digunakan dalam pembangunan berbagai infrastruktur ke depan. Dia memastikan setiap melakukan kunjungan ke daerah akan selalu memperkenalkan SMI sebagai mitra pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan.

    "Seharusnya SMI makin kritis ke depan, karena saya akan selalu memperkenalkannya pada daerah yang memiliki rencana pembangunan strategis apalagi yang mendorong kegiatan ekspor seperti di Ambon yang merencanakan ekspor ikan ke Jepang secara langsung karena merasa kawasannya berdekatan," katanya dalam pembukaan Nawabakti PT SMI di Kempinski Hotel, Kamis, 15 Maret 2018.

    Sri Mulyani menyatakan hal ini penting dilakukan SMI untuk menjaga kinerja perusahaan karena mampu membuka kawasan-kawasan baru sebagai penggerak perekonomian daerah serta masyarakat di dalamnya. Untuk itu, dia mengimbau SMI agar selalu memikirkan ulang apabila proposal yang masuk hanya sebatas pendanaan infrastruktur populer yang banyak diminati perusahaan swasta. Sebab, SMI harus menyebar di seluruh daerah.

    Sri Mulyani juga meminta SMI memperluas sektor yang menjadi fokus kinerja SMI juga harus mulai digencarkan. Pertama, yakni infrastruktur lunak mencakup kesehatan dan pendidikan.

    Sri Mulyani mengatakan saat ini banyak daerah yang mengeluh tidak memiliki pelayanan rumah sakit yang layak khususnya bagi wisatawan yang mulai aktif berpelancong di daerah seperti Sulawesi.

    Kedua, mendukung pengembangan 10 destinasi wisata prioritas yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo. Menurut mantan Direktur Bank Dunia ini, SMI harus turut aktif membangun kawasan itu secara komprehensif dan komplit bukan hanya dari sisi infrastruktur dasar dan kerasnya.

    "Pekerjaan ini akan memaksa kita untuk selalu berfikir secara terstruktur juga akumulasi pada ekspertis harus diutamakan khususnya pada bidang-bidang baru," ujarnya.

    Selain itu, dirinya meminta SMI juga harus aktif berkolaborasi baik ditingkat nasional maupun Internasional serta mampu menjaring investor berpotensi tinggi. Hal ini guna menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia sudah memiliki kapasitas untuk menjalin kerja sama dengan seluruh pihak.

    Apalagi, saat ini Indonesia berada ditingkat kedua dalam persepsi kawasan yang menarik untuk investasi. Sayangnya, untuk menuju eksekusi harus terjadi jalinan proses yang baik.

    Tak hanya itu, Sri Mulyani juga mengapresiasi SMI di usianya yang kesembilan tahun mampu menghadirkan sebuah layanan portal Indonesia Infrastructure Library atau Infralib sebagai knowladge capture.

    Sebab dengan aplikasi dalam ponsel pintar ini akan mempermudah pekerja di PT SMI mengetahui di mana saja proyek dan bagaimana perkembangannya, sehingga, generasi ke depan akan lebih mudah dan cepat belajar.

    "Melalui platform ini juga akan terbentuk komunitas akademi dan pelaku industri. Sebab tidak ada namanya pembangunan dilakukan dengan simpel, praktis, dan tanpa risiko," katanya.

    Sri Mulyani menegaskan ke depan PT SMI diharapkan selalu menjadi sumber solusi pembangunan Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.