Cerita Sri Mulyani Tentang Ikan Jakarta yang Mati Lima Kali

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan usai menyerahkan piagam penghargaan Wajib Pajak kepada di Gedung Radjiman Wedyodiningrat, Jakarta, 13 Maret 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan usai menyerahkan piagam penghargaan Wajib Pajak kepada di Gedung Radjiman Wedyodiningrat, Jakarta, 13 Maret 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani punya cerita unik dari pengalaman mengunjungi Ambon, Ternate dan Tidore pekan lalu. Di sana, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu ditawari makan ikan segar.

    "Mereka bilang, ibu makan ikan di sini, di sini ikan segar mati satu kali," kata Sri Mulyani saat memberi sambutan acara syukuran ulang tahun PT SMI ke-9 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Maret 2018.

    Menurut cerita Sri Mulyani, ikan di Ambon, Ternate dan Tidore berbeda dengan ikan yang dikonsumsi di Jakarta. Sri Mulyani mengatakan masyarakat di sana menyebut ikan di Jakarta telah mati sebanyak lima kali.

    Baca: Dongkrak Investasi, Sri Mulyani Rilis Insentif Pajak April

    "Karena dia (ikan) mati sekali di pancing, masuk ke freezer pindah ke Surabaya mati dua kali, pindah ke pasar ikan mati tiga kali, pindah ke shopping centre mati empat kali kemudian masuk ke dapur kita mati lima kali," katanya yang kemudian disambut tawa peserta acara.

    Hadir dalam acara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini dan jajarannya. Selain itu hadir pula Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan beberapa kepala daerah lainnya.

    Sri Mulyani punya alasan menceritakan tentang Maluku, Ternate dan Tidore di acara tersebut. Menurut dia, tiga daerah itu punya potensi pembangunan dan komoditas yang jelas yakni perikanan. "Kalau kita bicara ikan di sana mereka untuk ekspor langsung ke Jepang jauh lebih dekat," katanya.

    Selaku perusahaan yang menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur, Sri Mulyani berharap PT SMI melirik potensi di Maluku, Ternate dan Tidore. Selain itu, dia juga berharap kepala daerah bisa memanfaatkan kerja sama dengan PT SMI dalam pembangunan.

    Menurut dia, kerja sama dengan korporasi merupakan salah satu solusi pendanaan pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan. "Pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada APBN dan APBD," katanya.

    Sri Mulyani mengatakan salah satu bentuk kerja sama pemerintah dengan PT SMI yakni pembangunan proyek LRT. Menurut dia, dengan kerja sama itu pemerintah tak perlu menguras APBN serta proyek dapat dilakukan dengan secepat mungkin. "LRT kalau hanya menggunakan APBN bisa selesai 12 tahun," katanya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.