Trump Tabuh Genderang Perang Dagang, JK: Indonesia Siap Balas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, 6 Maret 2018.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas persiapan Asian Games XVIII di kantor Presiden, Jakarta, 6 Maret 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan Pemerintah Indonesia siap membalas apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan kebijakan perang dagang.

    "Kalau dia menghalangi (crude palm oil) kita masuk ke Amerika, maka tentu kita juga mengurangi impor kedelai dan impor terigu dari Amerika Serikat. Harus begitu. Kita mengimpor kedelai, jagung, pesawat Boeing, gandum. Pesawat saja ada berapa yang kita beli dari sana?" kata Wapres Kalla di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

    JK menegaskan bahwa kebijakan perang dagang yang mulai diterapkan Presiden Trump akan mendapat tentangan dari negara-negara asing. Presiden Trump memantik perang dagang dengan negara-negara asing dengan mulai menerapkan tarif 25 persen untuk produk impor baja dan 10 persen untuk produk alumunium. 

    Baca: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Buruk Perang Dagang Presiden Trump

    Hal itu dilakukan Trump dengan alasan untuk melindungi produk-produk dalam negeri Amerika Serikat. "Ini akan menjadi masalah nanti apabila perang dagang yang dibuat oleh Trump menjadi-jadi. Bisa banyak negara lain untuk membalasnya di bidang pertanian, misalnya," ujar JK.

    Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan potensi terjadinya perang dagang apabila pemerintah AS jadi menerapkan tarif pada impor baja dan alumunium.

    "Sejarah dunia menunjukkan kalau terjadi perang dagang pasti dampaknya buruk terhadap ekonomi dunia," kata Sri Mulyani.

    Dia mengatakan seluruh dunia sedang menantikan kepastian dari rencana yang juga berpotensi membuat negara-negara yang selama ini mempunyai hubungan dagang saling membalas dari sisi tarif.

    "Kami lihat saja dulu, dinamika mengenai kebijakan itu sedang diperdebatkan antara Presiden Trump dengan kongres dan senat," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.