Rupiah Melemah, Menko Darmin Tak Khawatir karena IHSG Menguat

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berfoto di samping patung ikon pasar modal Banteng Wulung yang di halaman gedung BEI, Jakarta Selatan, Ahad, 13 Agustus 2017. Tempo/Destrianita

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah saat ini, tidak berada di level mengkhawatirkan seiring dengan menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Enggak (mengkhawatirkan). Kurs itu mengkhawatirkan kalau rupiah melemah dan IHSG melemah. Tapi ini kan tidak," kata Darmin saat ditemui Tempo di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Maret 2018.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Terburuk dalam Beberapa Tahun Terakhir

Kamis pagi, 1 Maret 2018, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level 13.800, tepatnya di posisi Rp 13.817 per dolar AS. Nilai tukar rupiah baru berhasil rebound pada akhir perdagangan dengan ditutup menguat tipis 0,02 persen atau 3 poin di Rp 13.748 per dolar AS.

Jumat, 2 Maret 2018, pukul 11.21 WIB, nilai tukar rupiah kembali melemah 9 poin atau 0,07 persen ke level Rp 13.757 per dolar AS.

Darmin juga mengatakan,  pidato Gubernur The Fed yang disinyalir bernada Hawkish atau memberikan indikasi kenaikan suku bunga atau Fed Fund Rate (FFR) lebih dari tiga kali, tidak akan menimbulkan gejolak dalam perekonomian Indonesia.

Sebab menurut dia, fundamental perekonomian Indonesia berada di kondisi yang stabil saat ini. “Mungkin akan ada riak-riak kecil, tapi bukan gejolak,” kata Darmin Nasution.

Menurut Darmin, nilai tukar (kurs) rupiah seharusnya berada di posisi normal. Dia tidak memungkiri jika pidato Gubernur The Red yang bernada Hawkish itu menjadi pemicu melemahnya nilai tukar di hampir seluruh negara di dunia, bukan hanya di Indonesia.

“Karena pidato itu orang mulai pasang kuda-kuda walaupun FFR belum naik. Kalau pun naik mungkin ada riak tapi bukan gejolak,” kata Darmin.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Doddy Zulverdi juga mengatakan hal senada. Dia menjelaskan, pelemahan rupiah tersebut terjadi karena dua faktor yakni data perbaikan ekonomi AS dan dan juga pidato Gubernur The Fed Jerome Powell yang bernada Hawkish itu.

Namun di lain sisi, kata Doddy, kondisi ekonomi domestik Indonesia seharusnya bisa menahan kurs rupiah di level yang lebih baik. Terlebih, angka inflasi juga masih terkendali.

Selain itu, menurut Doddy, faktor-faktor ekonomi domestik lainnya  juga membaik dengan neraca pembayaran surplus, devisa membaik serta rating pertumbuhan ekonomi juga lebih baik. "Tidak ada alasan rupiah melemah jika melihat faktor domestik. Semua karena faktor global," katanya, Kamis, 1 Maret 2018. 






Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

3 jam lalu

Rupiah Akhir Tahun Diprediksi Tak Sampai Rp 15.000, Ekonom: Rupiah Masih Undervalued

Nilai tukar rupiah terpantau masih berada pada level di atas Rp15.200 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat 30 September 2022.


Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

5 jam lalu

Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

IHSG masih berpeluang mencetak rekor all time high baru pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global.


Sempat Tergelincir, IHSG Kembali ke Level 7.000 di Sesi Perdagangan I Akhir Pekan

11 jam lalu

Sempat Tergelincir, IHSG Kembali ke Level 7.000 di Sesi Perdagangan I Akhir Pekan

IHSG menutup sesi perdagangan sesi pertama di posisi 7.001,25 atau melemah 0,50 persen dari level penutupan perdagangan kemarin 7.036,2.


Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

13 jam lalu

Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih lebih baik ketimbang negara lain.


Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

14 jam lalu

Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

Sri Mulyani mengatakan depresiasi rupiah masih lebih rendah ketimbang negara lain, yakni 6,1 persen.


IHSG Hari Ini Berisiko Melemah, Simak Pergerakan Saham Adaro hingga Bakrie Group

15 jam lalu

IHSG Hari Ini Berisiko Melemah, Simak Pergerakan Saham Adaro hingga Bakrie Group

IHSG bisa tergelincir ke level 6.850 hingga 6.950 jika melemah di bawah 7.000.


Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

1 hari lalu

Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mampu menguat pada perdagangan Kamis, 29 September 2022.


IHSG Ditutup Melemah, Indeks Sektor Teknologi dan Transportasi Terjun Bebas

1 hari lalu

IHSG Ditutup Melemah, Indeks Sektor Teknologi dan Transportasi Terjun Bebas

IHSG menutup sesi di level 7.036 atau -0,57 persen lebih rendah daripada angka penutupan Rabu, 28 September kemarin di angka 7.077,0.


IHSG Melemah ke 7.069,8 di Sesi Pertama, Samuel Sekuritas Sebut 2 Indeks Sektoral Menguat

1 hari lalu

IHSG Melemah ke 7.069,8 di Sesi Pertama, Samuel Sekuritas Sebut 2 Indeks Sektoral Menguat

IHSG menutup sesi I di level 7.069,8 atau 0.1 persen lebih rendah dari angka penutupan Rabu di level 7,077,0.


Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

1 hari lalu

Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

Berita terkini bisnis pada siang hari ini dimulai dari permintaan Presiden Jokowi ke Sri Mulyani agar berhati-hati dalam mengelola APBN.