Selain Senjata, PT Pindad Produksi Traktor dan Alat Pertanian

Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia membeli ratusan pelontar granat dari Arsenal, pabrik senjata asal Bulgaria. Pembelian ini merupakan impor ketiga dari perusahaan yang sama sejak 2015. Padahal senjata serupa telah diproduksi PT Pindad. Menurut aturan, institusi pengguna wajib membeli senjata yang diproduksi industri pertahanan dalam negeri bila produk tersebut telah dibuat pabrikan lokal.

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad, Heru Puryanto mengatakan, tahun ini akan menyiapkan lini khusus untuk memproduksi alat dan mesin pertanian. “Saat ini masih gabung dengan ekskavator, tahun ini kami akan set lini produksi khusus untuk alat-mesin pertanian,” kata dia di Bandung, Kamis, 1 Maret 2018.

Heru mengatakan, ceruk pasar untuk alat pertanian akan terbuka relatif besar seiring dengan fasilitasi Kementerian Pertanian untuk mengupayakan pembiayaan pembelian mesin pertanian lewat pinjaman dengan bunga lunak. Kementerian Pertanian juga gencar memperkenalkan alat dan mesin pertanian produksi Pindad. “Ini akan memperluas pasar yang akan muncul setelah ini dikenal oleh seluruh masyarakat petani Indonesia,” kata dia.

Menurut Heru, saat ini alat dan mesin pertanian masih didominasi oleh barang impor. Sementara petani mulai sulit mencari tenaga kerja sehingga menciptakan kebutuhan akan alat dan mesin pertanian. Taksiran kebutuhan alat dan mesin pertanian bisa menembus ratusan unit pertahunnya. Pindad optimistis bisa memasok kebutuahan itu. Lini produksi yang akan digenjotnya masing-masing menembus 500 unit per tahun untuk tiap alat dan mesin pertanian yang sudah diproduksi Pindad.

Sejak 2016, PT Pindad sudah mengembangkan sejumlah alat dan mesin pertanian. Yakni Traktor Multiguna Roda 4 (PTM45), Mesin Penanam Biji-bijian (Rotatanam PR1800), dan Mesin Pemanen Padi dan Jagung (Combine Harvester PP160). "Kami mampu 500 unit per tahun. Itu rata-rata, tinggal dikali tiga macam itu saja," kata Heru.

Menurut Heru, porsi pendapatan dari lini produk industrial secara keseluruhan baru menyumbang 30 persen dari pendapatan PT Pindad. “Tahun lalu masih sama. Kita coba maju lagi tahun ini lebih dari itu. Kita targetnya bisa sampai 30 persen, mungkin 40 persen,” kata dia.

Direktur Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan, peralatan dan mesin pertanian buatan Pindad dibangun bekerjasama dengan lembaga Badan Litbang Kementerian Pertanian.

Pending mengatakan, pengadaan alat dan mesin pertanian diharapkan tidak bergantung pada subsidi APBN. "Kami mendorong Pindad dengan mitranya menangani pemasaran dari produksi ini untuk mengembangkan pasar retail,” kata dia.






Menhan Prabowo Bakal Bagikan Motor Buatan Pindad dan LEN Industri untuk Babinsa

11 hari lalu

Menhan Prabowo Bakal Bagikan Motor Buatan Pindad dan LEN Industri untuk Babinsa

Menteri Pertahanan Prabowo berjanji akan memberikan kendaraan bermotor buatan Pindad ke seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di seluruh Tanah Air.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Pilihan Sekolah Farmasi, Inovasi Peluru Pindad

58 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Pilihan Sekolah Farmasi, Inovasi Peluru Pindad

Selain pilihan 4 sekolah farmasi dan inovasi peluru, ada pula mahasiswi ITS yang raih gelar doktor berkat solusinya atasi masalah radar jarak jauh.


PT Pindad dan ITS Kembangkan Inovasi Peluru Frangible untuk Operasi Khusus

59 hari lalu

PT Pindad dan ITS Kembangkan Inovasi Peluru Frangible untuk Operasi Khusus

Produk munisi PT Pindad bersama ITS tersebut mempunyai desain khusus agar mudah pecah saat mengenai target.


Profil Wakapolri Gatot Eddy Pramono, Hari ini Dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan UNRI

20 Juli 2022

Profil Wakapolri Gatot Eddy Pramono, Hari ini Dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan UNRI

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dikukuhkan sebagai guru besar kehormatan oleh Universitas Riau (UNRI), Rabu 20 Juli 2022. Ini profilnya.


Pindad Gelar Kompetisi Desain Kendaraan Listrik Militer, Pelajar Bisa Ikut

13 Juli 2022

Pindad Gelar Kompetisi Desain Kendaraan Listrik Militer, Pelajar Bisa Ikut

Pindad menginginkan agar kendaraan listrik yang memiliki fungsi khusus bisa menjadi opsi opsi pengembangan dalam bidang pertahanan dan keamanan.


Gandeng Calidus LLC Uni Emirat Arab, PT Pindad Kembangkan Kendaraan Tempur 8x8

2 Juli 2022

Gandeng Calidus LLC Uni Emirat Arab, PT Pindad Kembangkan Kendaraan Tempur 8x8

PT Pindad dari Indonesia dan Calidus LLC dari Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani Nota Kesepahaman untuk kerja sama pengembangan kendaraan tempur 8x8


Malaysia Akui Industri Pertahanan RI Lebih Maju

25 Juni 2022

Malaysia Akui Industri Pertahanan RI Lebih Maju

Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) Jeneral Tan Sri Dato' Sri Haji Affendi Bin Buang mengatakan Malaysia harus belajar dari PT Pindad karena industri pertahanan Indonesia lebih maju daripada industri pertahanan Malaysia.


Pindad Uji Peluru Senapan Sniper Terbaru, Membidik sampai 900 Meter

26 Mei 2022

Pindad Uji Peluru Senapan Sniper Terbaru, Membidik sampai 900 Meter

Pindad mengujinya sebelum dua jenis peluru itu digunakan oleh para sniper TNI dan Polri


Kementerian Pertahanan Bertemu BUMN Senjata Prancis Bahas Produksi dengan Pindad

23 April 2022

Kementerian Pertahanan Bertemu BUMN Senjata Prancis Bahas Produksi dengan Pindad

Kementerian Pertahanan menerima kunjungan Chief Representative Officer Nexter Systems Indonesia, Thomas Gerard.


Pindad Akan Produksi Bom Pintar untuk Jet Tempur Rafale

14 April 2022

Pindad Akan Produksi Bom Pintar untuk Jet Tempur Rafale

Indonesia belum lama mengumumkan pembelian 42 unit pesawat tempur Rafale Prancis.