Indef: Harga BBM Non-Subsidi Naik, Inflasi Sekitar 0,3 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GM Pertamina MOR V Herman M Zaini (kiri) mengisi Bahan Bakar Khusus (BBK) Pertamax secara gratis milik pelanggan di SPBU Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, 4 September 2017. PT Pertamina (persero) memberikan kejutan berupa pengisian BBK Pertamax secara gratis dan pemberian hadiah kepada pelanggan yang beruntung dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional. ANTARA FOTO

    GM Pertamina MOR V Herman M Zaini (kiri) mengisi Bahan Bakar Khusus (BBK) Pertamax secara gratis milik pelanggan di SPBU Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, 4 September 2017. PT Pertamina (persero) memberikan kejutan berupa pengisian BBK Pertamax secara gratis dan pemberian hadiah kepada pelanggan yang beruntung dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pengamat Ekonomi dari dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan berpengaruh pada inflasi Februari 2018 ini. Dia memprediksi inflasi bulan ini berkisar 0,25-0,3 persen secara bulanan.

    "Otomatis inflasi harga yang diatur pemerintah atau administered price akan naik. Imbasnya akan dirasakan juga pada komponen inflasi transportasi," kata Bhima saat dihubungi Tempo pada Kamis, 1 Maret 2018.

    Baca: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Gubernur BI: Akan Pengaruhi Inflasi

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Agus Martowardojo juga memperkirakan kenaikan harga BBM non-subsidi pada Februari 2018 ini akan mengerek inflasi secara langsung.

    "Dalam rapat Februari kita sudah melihat potensi, dan kita melihat tekanan kalau seandainya nilai tukar melemah dan berdampak pada imported inflation, tapi secara umum inflasi kita masih sesuai target, yaitu 3,5 plus-minus satu persen," kata Agus di sela konferensi tingkat tinggi BI-IMF New Growth Models in a Changing Global Landscape di Jakarta, Selasa, 27 Februari 2018.

    Berdasarkan survei Pemantauan Harga BI hingga pekan ketiga Februari 2018, inflasi bulanan di Februari ini 0,19 persen dan secara tahun ke tahun 3,25 persen (yoy). Namun, perkiraan inflasi tersebut belum merekam dampak dari kenaikan harga BBM non-subsidi. "Kita tahu ada risiko inflasi dengan harga minyak dunia yang meningkat. Kalau kita dengar yang terakhir sudah disesuaikan tentu ada dampak inflasi," ujarnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) di awal bulan ini akan kembali mengeluarkan rilis angka inflasi selama bulan Februari 2018. Selain itu, juga akan merilis indeks harga perdagangan besar (IHPB) Februari 2018, perkembangan nilai tukar petani dan harga gabah Februari 2018, serta perkembangan pariwisata  dan transportasi Januari  2018. "Angka-angka tersebut akan dirilis langsung oleh Kepala BPS Suhariyanto," kata Humas Badan Pusat Statistik (BPS) Aina saat dihubungi Tempo secara terpisah.

    Baca berita lainnya tentang BBM non-subsidi di Tempo.co.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?