Mungkinkah Calon Tunggal Gubernur BI, Perry Warjiyo, Ditolak DPR?

Perry Warjiyo . Tempo/Panca Syurkani.

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengirimkan nama calon Gubernur Bank Indonesia pengganti Agus Martowardojo, yakni Perry Warjiyo. Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Amir Uskara, menjelaskan, karena hanya ada satu nama yang diusulkan Presiden, kemungkinannya hanya ada, dua yakni diterima atau ditolak.

Baca: Rekam Jejak Perry Warjiyo, Calon Gubernur BI Pilihan Jokowi

Walaupun hanya ada satu nama yang dikirimkan, tetap terbuka kemungkinan nama lain diajukan lagi. Dengan catatan, hasil uji kelayakan Perry tidak disetujui DPR. "Kalau ditolak, Presiden harus mengajukan nama lain," katanya, Ahad, 25 Februari 2018.

Sementara itu, surat dari Presiden tentang pencalonan Perry Warjiyo baru akan dibacakan pada sidang paripurna seusai reses. Anggota DPR akan kembali berkantor pada Senin, 5 Maret 2018.

Setelah surat dibacakan dalam sidang paripurna, akan diadakan rapat Badan Musyawarah DPR. Baru kemudian ditugaskan kepada Komisi XI untuk membahas. Sedangkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) baru akan dijadwalkan setelah surat Presiden sampai di Komisi XI.

Saat ini, Komisi XI juga tengah membahas nama-nama calon Deputi Gubernur BI pengganti Perry Warjiyo. Nama-namanya adalah Dody Budi Waluyo, Doddy Zulverdi, dan Wiwiek Sisto.

Sebelumnya, ekonom Indef, Bhima Yudhistira, menuturkan Perry Warjiyo adalah sosok internal Bank Indonesia yang berpengalaman, sehingga mampu meningkatkan soliditas di tubuh otoritas moneter. Namun ia dikhawatirkan kurang membuat gebrakan dalam menjawab tantangan global, sehingga membuat Bank Indonesia berada dalam status quo.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan, Muhammad Purnamasidi, berujar, jika terpilih sebagai Gubernur BI, Perry Warjiyo harus membuat kebijakan yang lebih dinamis. Dinamis yang dimaksud adalah baik untuk penguatan kerangka kebijakan moneter dan makroprudensial, lebih maju dan progresif dibanding kebijakan Gubernur Bank Indonesia yang lama.

BISNIS






Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

20 jam lalu

Layanan BI Fast Tahap IV Gandeng 10 Mitra Bank, Apa Saja?

Sepuluh mitra bank resmi menjadi peserta BI Fast tahap IV melalui Multi-tenancy Infrastruktur Sharing PT Rintis Sejahtera.


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

2 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

3 hari lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

4 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

4 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

4 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

4 hari lalu

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.


Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

5 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 4,25 persen dinilai akan menambah beban berat yang harus dipikul kalangan pengusaha.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

5 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


Rupiah Kian Tertekan Hingga Tembus 15.000-an per Dolar AS, Gubernur BI: Mestinya Menguat

5 hari lalu

Rupiah Kian Tertekan Hingga Tembus 15.000-an per Dolar AS, Gubernur BI: Mestinya Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian tertekan hingga hari ini, Kamis, 22 September 2022. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah di level Rp 15.033 setelah kemarin di level Rp 15.011.