Sebelum Astra dan Djarum, Ini Deretan Investor Kakap Go-Jek

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka)Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Presiden Direktur PT Astra Internasional Indonesia Tbk Prijono Sugiarto, CEO dan founder Go-Jek Nadiem Makarim, dan Presiden dan co-founder Go-Jek Andre Soelistyo dalam penandatanganan kerja sama Astra Internasional dan Go-Jek di Hotel Fairmont Jakarta, Senin, 12 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    (ki-ka)Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Presiden Direktur PT Astra Internasional Indonesia Tbk Prijono Sugiarto, CEO dan founder Go-Jek Nadiem Makarim, dan Presiden dan co-founder Go-Jek Andre Soelistyo dalam penandatanganan kerja sama Astra Internasional dan Go-Jek di Hotel Fairmont Jakarta, Senin, 12 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -Perusahaan teknologi Go-Jek baru saja mendapat suntikan dana dari dua perusahaan raksasa yaitu Djarum Group dan PT Astra Internasional Indonesia Tbk. Pada Senin, 12 Februari 2018, Astra mengumumkan akan mengguyur investasi senilai Rp 2 triliun atau US$ 150 juta kepada perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi itu.

    Masih pada hari yang sama, Djarum Group melalui melalui anak usahanya PT Global Digital Niaga yang dikenal sebagai penyedia jasa e-commerce Blibli.com menyatakan komitmen serupa. Namun nilai investasi Djarum tak dijelaskan.

    Sebelum itu, Go-Jek telah mendapat kucuran investasi dari sejumlah pemilik modal.

    Agustus 2016
    Sejumlah investor yang terdiri dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital dan Capital Group mengumumkan menyuntikkan dana sebesar US$ 550 juta atau setara Rp 7,2 triliun ke Go-Jek.

    Ada pula investor-investor lama yang terus menggelontorkan dana ke layanan ride-sharing tersebut. Mereka adalah Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, dan Formation Group.

    Mei 2017
    Seperti dikutip dari Reuters, perusahaan raksasa asal Cina, Tencent menyuntikan dana triliunan rupiah ke Go-Jek. Nilainya ditaksir sekitar US$ 100 juta hingga US$ 150 juta. Go-Jek maupun Tencent menolak menjelaskan ihwal investasi tersebut.

    Agustus 2017
    Perusahaan Cina kembali menjadi investor Go-Jek. Kali ini adalah JD.com yang menggelontorkan duit sebesar US$ 100 juta atau senilai Rp 1,3 triliun. Sebelum Go-Jek, JD.com telah berinvestasi di platform e-commerce dan perjalanan Traveloka.

    Januari 2018
    Pada akhir Januari 2018, Google, melalui perusahaan induknya, Alphabet, menyuntikkan modal ke Gojek. Tidak disebutkan nilai investasi yang dikucurkan oleh Google.

    Kabarnya Google menggandeng Temasek Holding, perusahaan online Cina Meituan-Dianping, serta sejumlah investor lama Gojek bersama-sama menggelontorkan dana segar senilai US$ 1,2 miliar atau Rp 16 triliun.

    Februari 2018
    PT Astra Internasional Tbk dan Djarum Group menggelontorkan investasi ke Go-Jek. Nilai investasi Astra sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Namun duit yang dikucurkan oleh Djarum Group belum diketahui.

    Chief Executive Officer Go-Jek Nadiem Makarim menuturkan dari semua investor yang memberikan dana, Astra merupakan satu-satunya yang terbesar. Ia menilai kerja sama Gojek dan Astra merupakan awal dari kolaborasi industri fisik dengan industri digital. "Ini investasi Astra yang terbesar di bidang digital," ucap Nadiem.

    ANDITA RAHMA | DEWI RINA | ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.