PUPR: Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Timor Leste Dikebut

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wini, wilayah perbatasan NTT dan Timor Leste, 24 Januari 2018. (Tempo/Yohanes Seo)

    Wini, wilayah perbatasan NTT dan Timor Leste, 24 Januari 2018. (Tempo/Yohanes Seo)

    TEMPO.CO, Wini - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membangun daerah di perbatasan negara. Salah satunya di Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan dengan Distrik Oeccuse, Timor Leste.

    Pembangunan yang telah dilakukan sejak 2017 itu di antaranya infrastruktur jalan, ruang terbuka publik, air bersih, dan MCK dengan total dana Rp 187 miliar lebih.

    "Pembangunan sudah di-PHO (provisional hand over), tapi masih dalam masa pemeliharaan," kata Kepala Satuan Kerja PIP Wini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arief kepada Tempo, Rabu, 24 Januari 2018, saat mengunjungi daerah perbatasan itu.

    Baca: Istora Baru Senayan, Menteri PUPR: Masih Bisa untuk Konser Musik 

    Infrastruktur jalan di daerah perbatasan tersebut sepanjang 14,6 kilometer di 21 ruas jalan di daerah itu. Untuk MCK dibangun sebanyak 490 buah bagi warga yang tinggal di daerah perbatasan itu.

    Dia berujar, pembangunan wilayah perbatasan ini merupakan salah satu program Presiden Jokowi yang dilaksanakan Kementerian PUPR.

    Dia menuturkan terdapat dua program pembangunan di Wini, yakni pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) dan infrastruktur. "Yang kami pantau adalah infrastrukturnya," katanya.

    Sedangkan PLBN sudah diresmikan Presiden Jokowi pada awal Januari 2018.

    Kontraktor pelaksana PT Hutama Karya, Wahyu, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan dan lainnya telah dilaksanakan dan di-PHO. Hanya menunggu proses serah-terima dengan Kementerian PUPR.

    "Kami masih menarik input dari masyarakat melalui FGD sebelum diserahterimakan," ucapnya.

    Menurut dia, masih ada pekerjaan yang mendapat perhatian masyarakat yang harus diperbaiki. "Kami akan menyelesaikan kekurangan yang ditemukan warga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.